Pages - Menu

Pages

Kamis, 18 Agustus 2011

Wah, Google Juga Peringati 17 Agustus!

Hari kemerdekaan Indonesia yang jatuh hari ini, Rabu (17/8/2011), turut diperingati oleh mesin pencari populer Google melalui logonya.

Ya, logo Google hari ini menampilkan ilustrasi seorang anak yang tengah mengikuti lomba panjat pinang, yang notabene merupakan salah satu tradisi perayaan kemerdekaan Indonesia.

Pada logo itu terlihat seorang anak tengah memilih hadiah yang dipasang di puncak batang pohon pinang. Selain menampilkan pilihan hadiah berupa radio, baju dan ember, logo Google pun tidak lupa memasang bendera Merah Putih.
 

Perayaan kemerdekaan Indonesia tahun ini juga ‘diperingati’ ribuan pengguna jejaring sosial tanah air, terutama Twitter dan Facebook. Ucapan selamat mengalir dari para pengguna Twitter maupun Facebook. ‘Happy Birthday Indonesia’ bahkan sempat menjadi trending topic di Twitter, meski tidak lama kemudian menghilang dari daftar.

Bukan hanya sebatas ucapan, sejumlah pengguna internet yang kreatif bahkan juga mengadakan upacara bendera secara digital. Kegiatan yang digelar oleh Indonesia Optimis ini bisa diikuti melalui situs www.id-optimis.org/upacara atau mengikuti linimasa @id_optimis.


5 Perusahaan Kuasai Setengah Pasar Software Keamanan

Hampir setengah dari pasar software keamanan dikendalikan oleh hanya lima perusahaan ternama, menurut survei terakhir yang dilakukan oleh firma penelitian Gartner. Meskipun begitu, masih ada kemungkinan turunnya posisi perusahaan-perusahaan tersebut.


Gartner menemukan bahwa hampir 44 persen dari USD16,5 miliar pasar software keamanan dunia pada tahun 2010 berasal dari perusahaan-perusahaan besar macam Symantec, McAfee, Trend Micro, IBM dan EMC.

"Pencapaian tersebut masih menyisakan jatah sisa yang besar di pasar. Namun jika anda melihat pencapaian perusahaan-perusahaan tersebut di pasar pada tahun 2006 yang masih sebesar 60 persen, maka jelas tahun ini mereka mengalami penurunan," ungkap Ruggero Contu, analis dari Gartner.

Seperti yang dikutip dari ZD Net, Minggu (31/7/2011), adalah Symantec yang memiliki pencapaian terbesar dalam waktu lima tahun terakhir.

"Ekspansi pasar dan inovasi berjalan secara terpisah, sebagaimana perusahaan-perusahaan baru mulai memasuki pasar. Para 'pemain' baru ini menghadirkan teknologi inovatif untuk pengguna," jelas Contu.

Gartner mengatakan bahwa masih ada ruang bagi pasar software keamanan untuk berfluktuasi, yang berarti perusahaan-perusaahn baru masih bisa terus menambah jumlah pengguna, yangselalu ingin memilih sesuatu yang lebih baik dan baru.

Meskipun begitu, Contu mengatakan bahwa bahwa persaingan dari perusahaan-perusahaan baru tersebut masih akan terasa sulit.

"Kompleksitas permasalahan keamanan yang dihadapi oleh pengguna mungkin juga tidak akan dalam waktu singkat oleh perusahaan-perusahaan baru tersebut, karena keterbatasan teknologi dan sumber daya yang masih mereka hadapi.

Domain .xxx Bisa Segera Dimiliki

Domain .xxx akan tersedia untuk pemilik situs mulai 7 September mendatang. Syaratnya, mereka harus bisa membuktikan bahwa perusahaan atau brand yang mereka miliki cocok untuk memiliki domain tersebut.


Saat ini, terdapat sekira 5 hingga 6 juta situs dewasa di internet. Namun sebagian besar dari mereka diperkirakan tidak ingin mengubah domain yang telah mereka miliki dan hijrah ke domain .xxx.

Meski begitu, Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) toh memprediksi setidaknya ada 500 ribu situs dewasa yang akan mendaftarkan diri begitu domain .xxx sudah bisa digunakan, demikian dilaporkan Cnet, Kamis (18/8/2011).

Alasan dibuatnya domain ini adalah untuk menciptakan ‘distrik merah’ digital sehingga bisa diawasi oleh regulator dan memiliki aturan-aturan resmi. Pengguna nantinya bisa mengakses situs .xxx tanpa harus mengkhawatirkan keberadaan virus maupun spyware.

Ide domain .xxx pertama kali dicetuskan pada 2005. Setelah melewati berbagai proses penolakan dan pertimbangan, domain ini akhirnya disahkan oleh ICANN, pertengahan Maret lalu.

Anehnya, kehadiran domain ini justru mendapat tentangan keras dari kalangan industri pornografi. Mereka mengaku khawatir bahwa domain .xxx akan rentan terhadap sensor pemerintah.