Pages

Sabtu, 10 Desember 2011

Beredar SMS Produk Minuman Mengandung Virus HIV


Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)
Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)
SURABAYA - Setelah beredar isu melalui Short Meseges Service (SMS) terkait adanya tusuk gigi yang mengandung Virus HIV/AIDS, kali ini beredar pesan serupa. Namun, yang disudutkan dalam SMS tersebut adalah produk minuman ternama.

Okezone menerima SMS tersebut yang berbunyi ''Pesan penting... Untuk bbrp hr k depan, jgn minum produk2 dr prshaan pepsi spt pepsi, tropicana juice, slice,7up,coca cola, dll..Krn seorg pkrj dr prusahaan trsbt tlh mnmbahkn darahny yg trkontaminasi HIV.acra di transtv jam 16.00 wib .. Tlg forward ini ke semua org yg anda peduli. sekedar waspada!". Pesan pendek itu dikirim melalui nomer +6283856333xxx.

Menanggapi hal itu, Rudhy Wedhasmara, Direktur Program Yayasan Orbit (Lembaga yang konsen terhadap HIV/AIDS) mengaku SMS itu hanyalah hoax belaka. Sebab, penularan Virus ini adalah melalui darah. "Darah artinya melalui transfusi. Bukan darah melalui minuman," kata pria yang akrab disapa Sinyo kepada okezone, Jumat (9/12/2011).

Ia menjelaskan, beberapa cairan dalam tubuh yang menularkan virus ini adalah darah melalui transfusi, ASI dan cairan otak. Seperti, saat berhubungan seks tanpa pengaman. Tentunya, akan timbul gesekkan dan darah masuk ke pori-pori. Dengan demikian akan menular.

Jika mengacu pada SMS itu sangat tidak mungkin. Tentunya, ada proses memasukkan darah kedalam minuman. Berdasarkan penelitian, Virus HIV akan mati ketika bersentuhan dengan udara terbuka sepersekian detik. "Kalau saya melihat beredarnya SMS itu lebih pada persaingan bisnis," kata laki-laki berkepala plontos ini.

Menurut Sinyo, beredarnya SMS itu tentu membuat resah masyarakat. Alasannya, saat ini pengetahuan terhadap HIV/AIDS sangat minim. Berdasrkan Survei Terpadu Biologis dan Prilaku (STBP) yang dilakukan oleh Kementrian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2011 menyebut di kalangan usia 15 tahun keatas ada 42,8 Persen yang mengaku tidak pernah mendengar tentang HIV sedangkan yang pernah mendengar sebesar 57,5 persen.

Kemudian ada 88,06 Persen yang memiliki kekurangan tentang pengetahuan Koprehensif terhadap HIV dan 11,4 persen yang memiliki pengetahun cukup. "Pengetahuan tentang HIV/AIDS masih kurang. Sehingga masyarakat resah. Oleh karena itu, pengatahuan tentang HIV/AIDS sangat penting," tukasnya.
 

0 komentar:

Poskan Komentar