Pages

Selasa, 13 Desember 2011

Karyawan Lebih Sehat Ketika Bekerja Secara Fleksibel

detail berita
Ilustrasi Karyawan tertidur saat bekerja
MINNESOTA - Peneliti dari University of Minnesota (UM) menyatakan karyawan yang memiliki waktu istirahat, seperti tidur sejenak saat bekerja ternyata lebih sehat dan produktif dalam bekerja, dibanding karyawan yang tidak memiliki kesempatan itu.

Penelitian ini dipimpin oleh sosiolog dari UM, yakni Dr. Ering Kelly dan Dr. Phyllis Moen. Mereka mengatakan hasil tersebut didapatkan pada pekerja yang memiliki izin untuk bekerja secara fleksibel atau bebas menentukan, kapan beristirahat dan kapan harus kembali bekerja.

Dengan kata lain, hal ini tidak berlaku pada pekerja yang tidak diberikan izin melakukan hal tersebut. Namun sayangnya pendekatan yang digunakan tidak terlalu memperhitungkan beberapa faktor yang penting untuk mengukur produktivitas saat bekerja. Misalnya kepuasan atau kebahagiaan saat bekerja dan tempat kerja yang nyaman.

Hasil penelitian secara rinci sudah diterbitkan di Journal of Health and Social Behavior edisi Desember. Untuk diketahui, penelitian ini dilakukan terhadap 608 karyawan di Amerika Serikat (AS).

"Studi kami menunjukan adanya pergerakan waktu bekerja di kantor sebagai tanda produktivitas, untuk menekan keadaan yang sesungguhnya dapat menciptakan lingkungan kerja dengan pola hidup sehat dan sejahtera," ungkap Dr. Phyllis Moen, seperti dikutip Softpedia, Jumat (9/12/2011).

"Penelitian ini berimplikasi pada kebijakan penting yang menunjukan inisatif untuk membuat sebuah akses yang fleksibel guna mendorong karyawan melakukan tindakan yang sangat dibutuhkan untuk karyawan tersebut saat bekerja," jelas para peneliti.

"Meskipun fleksibelitas yang diberikan kepada karyawan tidak terlalu lama, namun ini sangat mempengaruhi kesehatan mereka dan meningkatkan kesejahteraan bagi para karyawan," simpul Dr. Ering Kelly.

0 komentar:

Poskan Komentar