Pages

Senin, 30 Juli 2012

Data 8,7 Juta Pemakai Telepon Seluler Dicuri

SEOUL, KOMPAS.com -- Polisi Korea Selatan menahan dua peretas atau pengganggu (hacker) yang telah mencuri data pribadi 8,7 juta pelanggan telepon seluler dengan sim card dari KT yang juga merupakan operator telepon seluler nomor dua di Korea Selatan. Data ini kemudian dijual kepada perusahaan pemasaran bertelepon (telemarketing).

Pihak perusahaan KT menyebutkan, dua peretas telepon seluler ini ditangkap, Minggu (29/7/2012), karena terbukti mencuri data seperti nama pelanggan, nomor telepon, dan nomor pencatatan tempat tinggal mereka.
"Jumlah ini mencakup hampir setengah dari sekitar 17 juta pelanggan kami," ujar juru bicara KT kepada AFP.

Ia menjelaskan, perusahaan operator telepon seluler ini sudah mengingatkan adanya aksi ini sejak 13 Juli setelah mendeteksi serangan pengganggu.

Kantor berita Korea Selatan, Yonhap mengutip polisi melaporkan, dua pengganggu termasuk seorang mantan programmer pada sebuah perusahana IT lokal menerima sedikitnya 1 miliar won atau sekitar Rp 7,5 miliar dengan menjual data-data yang dicuri tadi.
Sejauh ini dilaporkan ada tujuh orang lainnya di luar perusahaan telemarketing, juga sudah berminat membeli data yang dicuri ini untuk keperluan pemasaran dengan telepon.

"Kami sungguh memohon maaf karena data pribadi pelanggan yang berharga itu bocor. Kami akan berupaya melakukan yang terbaik agar hal ini tidak terjadi kembali," ujar pihak KT kepada pelanggannya.

Penganggu sering menyerang perusahaan besar bertujuan memperoleh akses personal data pelanggan mereka. Hal itu lazim terjadi di Korea Selatan. Korea Selatan merupakan salah negara pengguna telepon seluler terbesar.

Otoritas di Seoul menegaskan, pada Juli tahun lalu pengganggu menggunakan alamat internet yang tercatat di China memperoleh akses ke perusahaan portal situs web besar Korsel, termasuk portal Nate.com. Kemungkinan aksi ini berhasil mencuri data pribadi sekitar 35 juta pengguna.

Pada November 2011, perusahaan pengembangan permainan terkemuka di Seoul, Nexon, menemukan bahwa informasi pribadi dari 12 juta pelanggan dari permainan online popular MapleStory dicuri oleh para pengganggu.

Pada Maret 2010, pihak berwajib Korea Selatan melakukan penyelidikan atas sistem keamanan perusahaan ritel besar Shinsegae dan 24 perusahaan lainnya, setelah data dari 20 juta pelanggannya bocor. 
 

0 komentar:

Poskan Komentar