Pages

Rabu, 22 Juni 2011

Suplemen, Harga Mahal Bukan Jaminan

Jangan mudah tergiur dengan klaim suplemen vitamin. Penelitian menunjukkan sepertiga dari suplemen vitamin bermerek dan harganya mahal ternyata tidak mengandung nutrien yang cukup seperti yang tertera dalam label kemasan.
Dalam sebuah penelitian independen terhadap 38 merek multivitamin yang populer di Amerika, ditemukan hampir sepertiganya tidak mengandung cukup nutrien. ConsumerLab.com, sebuah laboratorium independen menguji keberadaan nutrien seperti asam folat, kalsium dan vitamin A (retinol dan beta-karoten) dalam suplemen yang mengklaim mengandung zat-zat tersebut.
Tim ConsumerLab juga menguji berapa lama waktu pemecahan tablet pada cairan. Hasilnya akan menentukan seberapa cepat kandungan vitamin bisa diserap oleh tubuh.
Dari 38 jenis suplemen vitamin yang dites, 13 dinyatakan gagal karena kelebihan satu jenis kandungan atau karena mereka tidak mengandung cukup kandungan seperti yang tertera dalam label. Bahkan, beberapa suplemen tidak mengandung zat-zat sesuai yang diiklankan.
Hasil pengujian juga menunjukkan suplemen multivitamin yang harganya mahal tak berarti bekerja lebih baik daripada suplemen yang lebih murah. Beberapa suplemen yang diketahui bekerja dengan baik justru yang murah.
Itu sebabnya, bertindaklah bijaksana dalam memilih suplemen dan vitamin. Jangan tergiur oleh harga mahal dan promosi berlebihan dari berbagai produk.
Guru Besar Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rianto Setiabudy, mengatakan vitamin dan suplemen bukan obat. Orang dengan kondisi normal dan berpola makan seimbang tak perlu vitamin dan suplemen karena terpenuhi dari makanan yang dikonsumsi (Kompas Ekstra Kesehatan 30/5/11)
Vitamin, ujari Rianto, lebih pas untuk warga di daerah minus, untuk ibu hamil dan menyusui, mereka yang mengalami gangguan menyerap vitamin, diet khusus, atau vegetarian absolut.

0 komentar:

Poskan Komentar