Pages

Kamis, 27 Oktober 2011

Inikah Sepeda Tertua di Indonesia?

Union Simply Bike 1899 Sepeda onthel merek Union Simply Bike tahun 1899 asal Amerika Serikat dipamerkan dalam pameran sepeda bertajuk De Oude Fiets: 116 Tahun Sepeda Mewarnai Indonesia di Bentara Budaya Jakarta, Rabu (13/7/2011). Pameran yang akan berlangsung hingga 16 Juli 2011 ini memamerkan sejumlah sepeda onthel dari sejumlah negara seperti Flater dari Jerman, Gazelle dan Simplek Belanda, Derby Belgia, dan Union dari Amerika.

Jakarta, Indonesia (News Today) - Jika Anda menyempatkan diri untuk datang pada pameran sepeda tua di Bentara Budaya Jakarta, mungkin Anda akan tertegun lama saat melihat sepeda yang satu ini. Sebuah sepeda buatan Amerika Serikat merek Union seri Simply Bike tahun 1899 dipamerkan dalam pameran "De Oude Fiets: 116 Tahun Sepeda Mewarnai Indonesia".

Dari bentuknya, sekilas sepeda yang masih menggunakan velk kayu ini mirip dengan sepeda balap, baik dari stang yang berbentuk melengkung ke bawah maupun ukuran ban yang kecil lengkap dengan kerangkanya. "Mungkin ini merupakan cikal-bakal sepeda balap, tetapi saya tidak tahu pasti. Yang saya tahu sepeda ini sudah berumur 1 abad lebih," kata Wawan, Humas Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) saat ditemui di ruang pameran Bentara Budaya Jakarta, Palmerah, Jakarta, Rabu (13/7/2011).

Selain bentuk rangka yang mirip sepeda balap, sepeda ini juga dilengkapi dengan dua buah lampu kuno yang menggunakan karbit untuk bahan bakarnya. Juga ada dua buah bel sepeda di kedua stangnya. Menurut Wawan, beberapa aksesori di sepeda ini adalah tambahan, tetapi juga berusia tua.

Pameran sepeda onthel ini akan berlangsung hingga Sabtu 16 Juli 2011 mendatang. Pada hari terakhir pameran, rencananya akan ada seminar mengenai sepeda tua dan Malam Kenduri Onthel. Juga akan ada peluncuran buku, Klithikan dan Bursa Barang Djadoel. "Kami berharap, melalui pameran ini semakin banyak orang yang kembali bersepeda dan setidaknya membantu mengurai kemacetan Jakarta dengan bersepeda," ujar Wawan.

0 komentar:

Poskan Komentar