Pages

Minggu, 02 Oktober 2011

Penipuan Cinta Online Memakan 200 Ribu Korban

LONDON - Penipuan online berkedok cinta telah memakan korban sebanyak 200 ribu pengguna di Inggris, menurut sebuah studi yang dilakukan oleh University of Leicester.

Seperti yang dikutip dari MoneyWise, Jumat (30/9/2011), para pelaku bersembunyi di balik profil dan foto palsu. Lalu mereka berteman dengan calon korban, dan meminta mereka untuk mengirim sejumlah uang, dengan alasan kebutuhan darurat.

Penelitian University of Leicester yang bekerjasama dengan Serious Organised Crime Agency (SOCA) ini, mengungkap bahwa satu dari tiap 50 orang dewasa mengaku mengenal orang yang pernah menjadi korban penipuan bermotif cinta online tersebut.

Jumlah kerugian dari penipuan cinta online terbesar yang pernah diselidiki oleh SOCA adalah sebebsar 240 ribu Euro.

Profesor Monica Whitty, seorang psikolog dan profesor di University of Leicester, mengatakan bahwa jumlah korban tersebut sebenarnya masih bisa lebih besar lagi. "Hanya saja masih banyak yang belum terlacak," ujarnya.

Sementara Collin Woodstock dari SOCA, mengatakan bahwa setidaknya 52 persen responden mengaku bahwa mereka kenal dengan orang-orang yang pernah menjadi korban penipuan dengan motif cinta online.

"Pelaku biasanya menghabiskan waktu yang cukup lama mengintai korban mereka, mencari titik lemah mereka, serta menunggu waktu yang pas untuk meminta uang," jelas Collin.

"Sangat penting bahwa jangan pernah mengirim uang kepada seseorang yang belum dikenal, apalagi dikenal dari internet," pungkasnya.

0 komentar:

Poskan Komentar