Pages

Selasa, 18 Oktober 2011

Pria Ini Mendengar Gerakan Bola Matanya


London (News Today) - Seorang pria dengan kondisi kesehatan langka, yang bisa mendengar gerakan bola matanya sendiri dalam rongganya, telah disembuhkan. Stephen Mabbutt, 57 tahun, dari Charlton, dekat Banbury, Inggris, juga bisa mendengar degup jantungnya sendiri.

Mabbutt pertamakali mengalami gejala itu enam tahun lalu, ketika ia merasakan nyeri di sisi kepalanya. Dokter mengobati dia dengan semprotan hidung dan antibiotik, tetapi pendengarannya memburuk. Mabbutt akhirnya didiagnosis mengalami kondisi telinga yang tidak biasa di mana suara di dalam tubuh terdengar sangat keras. Dalam kondisi seperti ini , suara saat mengunyah makanan akan sangat memekakkan telinga.

Kondisi Mabbutt bertambah buruk karena suara keras menyebabkan dia pusing dan padangannya kabur. Mabbutt mengatakan kepada BBC, "Ketika saya menaikkan volume suara saya, saya bisa mendengar suara itu bergema di kepala saya dan getarannya membuat padangan saya bergoyang. Akhirnya saya bisa mendengar degup jantung saya dan gerakan bola mata saya dalam rongganya. Itu benar-benar mengganggu."

Mabbutt lalu dirujuk ke Martin Burton, ahli bedah dari Rumah Sakit Radcliffe di Oxford yang membantu mendirikan Cochrane Ear, Nose and Throat Disorders Group. Hasil CT scan menemukan perforasi di kanalis semisirkularis di telinga Mabbutt

Dia didiagnosis mengalami superior canal dehiscence syndrome (SCDS), sebuah kondisi langka yang ditemukan ahli bedah Amerika Lloyd B Minor tahun 1995, yang diperkirakan setahun hanya terjadi pada satu orang dalam 500.000 orang di Inggris.

Menurut BBC, operasi untuk menyembuhkan masalah itu mencakup sayatan 5 cm di belakang telinga, membuat sebuah saluran melalui tulang untuk menemukan "organ keseimbangan" dan menggunakan tulang pasien sendiri untuk membuat sebuah segel di sekitar lokasi kerusakan.

Hal itu dilakukan Richard Irving, seorang ahli di Klinik Telinga Birmingham. "Itu membuat perbedaan besar bagi kehidupan saya. Saya telah merasa sebagai orang yang berbeda," kata Mabbutt seperti dikutip Telegraph, Senin (1/8/2011).

0 komentar:

Poskan Komentar