Pages

Sabtu, 15 Oktober 2011

Robot Antariksa Bangkit dan "Nge-tweet"


(News Today) - Robonaut, robot antariksa NASA yang dikirim ke International Space Station (ISS) bersama misi terakhir pesawat ulang alik Discovery pada Februari lalu, akhirnya bangkit dan hidup. Tak cuma menjadi "bernyawa", robot ini juga sudah mulai mengirimkan tweet lewat akun Twitter yang dikendalikan oleh para AtroRobonaut.

"Elektron-elektron itu terasa bagus. Satu langkah maju untuk manusia dan lompatan besar bagi seorang manusia logam," kata Robonaut dalam tweet pertamanya, Senin (22/8/2011), seperti dikutip kantor berita AP. "Pasti, saya pun berharap untuk bisa bergerak dan melihat sekeliling," demikian tweet Robonaut berikutnya.

Menandai bernyawanya robot ini, empat kamera cahaya tampak yang berfungsi sebagai mata mulai bekerja. Begitu juga dengan kamera inframerah yang ada di mulut dan berfungsi untuk persepsi kedalaman. Semua kamera yang ada membuat kepala Robonaut yang berwarna emas semakin berisi, menyerupai kemampuan manusia.

Pengendali robot yang ada di Mission Control di Houston tersenyum lebar menyambut hidupnya Robonaut. Mereka berhasil setelah komputer utama yang tertanam di perut Robonaut dan 30 prosesor yang tertanam di lengan dan berfungsi mengendalikan sendi-sendi tubuh Robonaut mulai bekerja.

"Robonaut menjadi dirinya sendiri. Oh, Robonaut pasti akan mendapat A. Ia tak akan kembali ke grade semula, jika itu yang ingin Anda tahu. Ini sangat mengagumkan. Kita sudah menunggu sekian lama untuk menghidupkan robot ini," kata manajer proyek Robonaut, Nicholas Radford.

Saat ini, Robonaut belum akan membuat gerakan. Baru pada Kamis (1/9/2011) mendatang Robonaut akan diperintahkan untuk menggerakkan lengan dan jarinya. "Robot ini sudah tidur setahun, perlu peregangan sedikit. Seperti kru astronot harus menjalani aklimatisasi sebelum ada di gravitasi nol, Robonaut juga perlu menggeliat untuk belajar bergerak."

Robonaut kini masih hidup tanpa kaki, hanya torso. Tingginya sekitar 110 cm dengan total panjang lengan sekitar 80 cm, sedangkan beratnya sekitar 150 kg. Tahun 2013 nanti, kaki Robonaut rencananya akan diluncurkan. Robonaut direncanakan bisa membantu misi para astronot, mulai dari mengukur kecepatan hingga menjalankan spacewalk.

Robonaut disimpan dalam tas tahan api karena sifatnya yang mudah terbakar. Saat menjalani uji coba kemarin, astronot Michael Fossum dan astronot Jepang, Satoshi Furukawa, mengambil Robonaut dari tas itu dan membiarkannya "melayang" seiring pengendali mengambil alih kontrol. Robonaut juga disebut R2.

0 komentar:

Poskan Komentar