Pages

Sabtu, 19 November 2011

Orgasme Bisa Serempak bila Si Dia Tampan

















Masalah orgasme masih menjadi misteri bagi sebagian besar perempuan. Menurut majalah Women's Health, hanya 25 persen perempuan yang selalu mencapai orgasme selama berhubungan seks. Bandingkan dengan pria yang persentasenya mencapai 90 persen (dalam mencapai klimaks). Perempuan kerap ditinggalkan dalam keadaan tidak puas karena pasangannya keburu mencapai klimaks.

Padahal, orgasme pada perempuan itu memiliki tujuan evolusioner untuk meningkatkan kesuburan dengan cara meningkatkan retensi sperma. Agar orgasme perempuan itu meningkatkan kesuburan, perempuan harus meraihnya sekali dalam waktu satu menit sebelum dan 45 menit setelah pria berejakulasi. Dalam kenyataannya, jarang sekali ada pasangan yang meraih orgasme secara serempak, atau perempuan ikut mencapai klimaks setelah pasangannya orgasme.

Sebuah studi baru yang mengamati pemilihan waktu dan frekuensi orgasme perempuan menemukan bahwa rata-rata perempuan mencapai orgasme sebelum pria, dan sering kali tidak diraih hanya melalui intercourse, tetapi juga aktivitas seksual lainnya. Datanya adalah sebagai berikut:

- 42 persen perempuan mengalami orgasme senggama sebelum pasangannya berejakulasi
- 28 persen perempuan mengalami satu kali orgasme selama ejakulasi (bersamaan)
- 33 persen perempuan mengalami orgasme setelah ejakulasi
- 54,5 persen perempuan mengalami orgasme non-senggama
- 72 persen perempuan mengalami orgasme selama masturbasi

Yang menarik, peneliti mendapati bahwa frekuensi orgasme wanita meningkat ketika pasangannya sangat menarik atau maskulin. Hasil studi yang dimuat di jurnal Evolution and Human Behavior ini menunjukkan, semakin tampan si pria, semakin besar kecenderungan perempuan mengalami orgasme. Selain itu, semakin besar juga peluangnya mengalami orgasme secara serempak, atau segera setelah pasangannya ejakulasi.

Meskipun begitu, mencari pria yang ganteng bukan satu-satunya cara yang bisa dilakukan wanita untuk mendapatkan klimaks yang memuaskan. Apalagi, ketampanan atau keseksian seseorang itu relatif. Ian Kerner, terapis seks dan penulis buku She Comes First: The Thinking Man's Guide to Pleasuring a Woman, mengatakan bahwa peluang perempuan untuk orgasme meningkat ketika ia menerima stimulasi klitoral yang terus-menerus. Perempuan akan lebih mudah mendapatkan stimulasi ini, menurut Kerner, bila posisinya berada di atas (woman on top) atau dalam posisi yang sama bila ia sedang masturbasi.

Kerner juga menyarankan agar perempuan berhenti menjadi "penonton", atau terlalu mengkhawatirkan penampilan atau performa seksualnya. Pendek kata, rileks sajalah, dan nikmati sesi bercinta Anda sepenuhnya.

0 komentar:

Poskan Komentar