Pages

Senin, 12 Desember 2011

Menkominfo Tak Mau Paksa RIM Bangun Data Center


 
detail berita
Menkominfo saat meresmikan Desa Informasi di Lombok (Foto: Yoga/ okezone)
MATARAM - Awal Januari 2011, Research in Motion (RIM) menyepakati poin-poin dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika, namun baru satu poin yang dipenuhi, yaitu pemblokiran situs porno di BlackBerry.

Soal poin akan membangun Regional Network Aggregator, RIM sendiri telah membangunnya di Singapura sebagai upaya memuluskan akses pengguna BlackBerry (BB) pada layanannya. Kendati demikian, Menkominfo akan bersikap tenang atas janji-janji perusahaan asal Kanada itu yang belum dipenuhi.

"Soal RIM ini kenapa lebih banyak tekanan dari luar yang bilang RIM mesti ditutup? Dari enam kesepakatan dengan kami, satu yang belum dipenuhi, itu soal data server. Tapi ini kan uangnya RIM, kita juga tidak bisa paksa mereka untuk bangun data server di sini," terang Tifatul, ketika ditemui di sela-sela peresmian Desa Informasi Janapriya, di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Senin (12/12/2011),

"Sekarang masalah data server ini di Peraturan Pemerintahnya. Belum ada aturan, peraturan pemerintah yang mengatur soal ini sedang dalam proses penggodokkan," tambahnya.

Dia juga mengatakan akan segera menyelesaikan peraturan tersebut. Untuk membuat peraturan pemerintah ini memang butuh waktu lama karena juga melibatkan bank-bank,termasuk Bank Indonesia. Keputusan untuk memberlakukan peraturan tersebut pun berada di tangan presiden.

Baru-baru ini, RIM sendiri menyatakan telah membangun lebih dari 50 BlackBerry Expert Centers di seluruh Indonesia, bekerjasama dengan penegak hukum soal pemberian akses secara hukum, mengaktifkan Regional Network Aggregator-nya di Singapura, juga melakukan penyaringan terhadap konten layanannya.

0 komentar:

Poskan Komentar