Pages

Selasa, 13 Desember 2011

Microsoft Makin Gencar Kampanye Anti Pembajakan

detail berita
Microsoft 
JAKARTA - Pembajakan merupakan penghambat utama dalam pertumbuhan industri kreatif. Padahal, jika sebuah industri kreatif terhambat atau mati, konsumen jugalah yang akan menjadi korban.

Baru-baru ini Microsoft melakukan serangkaian kegiatan mystery shopper utnuk melakukan verifikasi terhadap penginstallan software ilegal maupun dealer-dealer yang tidak jujur. Kegiatan yang dilakukan mulai tanggal 1 Desember lalu itu menemukan sejumlah dealer yang menjual komputer baru dengan software bajakan. Bentuk pembajakan tersebut, diantaranya adalah hard-disk loading, yaitu penginstalan atau loading software palsu yang ditawarkan kepada pelanggan yang ingin membeli komputer baru.

Menurut penyidik yang ditunjuk Microsoft, dealer tersebut menginstal software bajakan pada komputer merek-merek lokal. Bahkan, penemuan yang terbaru mendapati dealer di kawasan Gajah Mada menjual laptop merek terkemuka, yang di-instal software bajakan. Nampaknya, belum banyak yang menyadari bahwa ada banyak komputer bermerek yang dijual tanpa sistem operasi Windows orisinil.

"Dealer-dealer yang menjual komputer dengan software bajakan tersebut memberikan risiko kepada konsumen dimana dampaknya akan dirasakan di kemudian hari, pada waktu yang tidak disangka-sangka atau tidak tepat. Coba bayangkan bila Anda kehilangan semua data berharga, pekerjaan dan foto-foto tepat sehari sebelum ujian atau presentasi bisnis, hanya karena komputer crash yang disebabkan oleh virus dan malware yang ada dalam software bajakan," kata Sudimin Mina, Director of License Compliance Microsoft Indonesia, dalam  rilisnya.

Sudimin menambahkan, hal yang lebih berbahaya adalah jika pengguna melakukan transaksi online banking menggunakan komputer yang terinstal software bajakan. Rekening bank milik pengguna tersebut bisa saja di-hacked. Ini merupakan risiko keamanan utama jika komputer tidak sepenuhnya terlindungi dengan software keamanan up-date yang telah diinstal.

Sebuah survei tentang pembajakan oleh MIAP (Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan), yang dikeluarkan pada November 2011 menunjukkan pembajakan software menduduki di peringkat ke-2, sebesar 34.1 persen, diikuti oleh barang-barang dari kulit palsu sebesar 35 persen.

Sementara itu, perkiraan dari BSA (Business Software Alliance)  mengatakan, turunnya tingkat pembajakna di Indonesia sebesar 1 persen saja, dapat memberi dampak positif senilai USD1,3 miliar terhadap keseluruhan industri yang ada.

0 komentar:

Poskan Komentar