Pages

Rabu, 11 Januari 2012

Gejala dan Cara Mencegah Flu Burung

Flu burung adalah penyakit menular dikalangan hewan(unggas dan babi) yang disebabkan oleh virus influenza tipe A (H5N 1). Virus ini juga dapat menyerang manusia. Flu burung dapat menular dari unggas ke unggas dan dari unggas ke manusia melalui air liur, lendir, dan kotoran unggas yang sakit. Flu burung juga dapat menular melalui udara yang tercemar oleh virus H5N1 yang berasal dari kotoran unggas yang sakit.

Tanda dan gejala flu burung pada unggas:
  • Jengger, pial, kulit, kaki, dan yang tidak ditumbuhi bulu-> berwarna biru keunguan,
  • Keluar cairan dari mata dan hidung,
  • Pembengkakan di bagian muka dan kepala,
  • Perdarahan di bawah kulit,
  • Perdarahan titik pada daerah dada, kaki dan telapak kaki,
  • Batuk, bersin dan terdengar suara ngorok,
  • Diare,
  • Kematian tinggi dalam populasi.
Tanda dan gejala flu burung pada manusia:
  • Demam tinggi (>38°C), sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri tulang, batuk pilek.
  • Dalam waktu singkat dapat makin menghebat disertai sesak nafas.
  • Ada riwayat kontak dengan hewan unggas yang sakit / mati tanpa sebab atau di sekitarnya ada unggas yang sakit / mati.
Replikasi virus dalam tubuh dapat berjalan cepat sehingga pasien perlu segera mendapatkan perhatian medis.
Penanganan medis maupun pemberian obat dilakukan oleh petugas medis yang berwenang. Obat-obatan yang biasa diberikan adalah penurun panas dan anti virus. Di antara antivirus yang dapat digunakan adalah jenis yang menghambat replikasi dari neuramidase (neuramidase inhibitor), antara lain Oseltamivir (Tamiflu) dan Zanamivir. Masing-masing dari antivirus tersebut memiliki efek samping dan perlu diberikan dalam waktu tertentu sehingga diperlukan opini dokter.

Jika kita mengalami atau menjumpai orang di sekitar kita dengan gejala-gejala seperti di atas, segera periksakan ke pelayanan kesehatan terdekat dan jangan lupa menyampaikan kepada dokter / perawat apabila ada unggas yg sakit / mati mendadak di lingkungan sekitarnya.

Beberapa orang memiliki resiko tertular flu burung, biasanya karena pekerjaannya, antara lain:
  • Orang yang kontak dengan unggas / produk unggas (telur, bulu, lendir,darah, kotoran.dll).
  • Pemotong / penjual / pembeli unggas.
  • Pemelihara unggas.
  • Petugas laboratorium / tenaga medis yang menangani pasien flu burung.
  • Pekerja peternakan / petugas peternakan.
Jika anda termasuk orang yang memiliki resiko tertular flu burung, lakukan beberapa hal di bawah untuk meminimalisir resikonya:
  • Selalu memakai pakaian pelindung, termasuk masker, jas laboratorium, sarung tangan dan kacamata (goggles) pada saat
  • bekerja.
  • Setelah selesai, lepaskan semua pelindung dan cuci tangan dengan sabun / desinfektan dan air.
  • Cucilah tangan dengan air dan sabun tiap kali sesudah bersentuhan dengan unggas.
Pencegahan selalu menjadi yang terbaik dalam segala hal, termasuk dalam urusan flu burung. Berikut adalah lima langkah yang dapat anda lakukan untuk mencegah tertularnya flu burung:

1. Cuci tangan
Cuci tangan dengan air dan sabun hingga bersih. Biasakan untuk sering mencuci tangan, terutama sebelum / sesudah makan.

2. Pisahkan unggas dari manusia
Jauhkan unggas dari lingkungan rumah untuk menghindari kemungkinan menularnya virus flu burung. Bersihkan kandang unggas dari kotoran & disemprot dengan air sabun.

3. Segera tangani
Segera pergi ke klinik terdekat / puskesmas / rumah sakit jika menemukan gejala flu burung sebelum 48 jam!!! (2 hari). Jangan lupa menyampaikan kepada dokter / perawat apabila ada unggas yg sakit / mati mendadak di lingkungan anda.

4. Masak unggas dengan matang
Sebelum dikonsumsi daging dan telur unggas dimasak hingga matang.

5. Lapor ke petugas
Laporkan ke RT / RW, petugas dinas pertanian setempat jika ada unggas yang sakit / mati mendadak. Sangat penting untuk menghindari penyebaran virus flu burung. 

0 komentar:

Poskan Komentar