Pages

Kamis, 19 Januari 2012

Hacker Manfaatkan Anak-Anak untuk Sebarkan Virus


detail berita
 
CALIFORNIA - Hacker punya banyak cara untuk menyusup ke komputer. Bahkan kini mereka menargetkan anak-anak, dengan situs berbahaya yang menyamar seperti website game kartun.

Anak-anak memang dipandang sebagai target yang mudah, karena mereka tidak akan berhenti dan berpikir ketika meng-klik suatu link. Hal ini berbanding terbalik dengan orang dewasa, yang cenderung menjadi lebih berhati-hati terhadap sebuah link.

Kecenderngan pada anak-anak ini, biasanya ditargetkan dengan menggunakan situs yang menawarkan permainan gratis. Salah satunya menurut perusahaan keamanan adalah CuteArcade.com, yang dilaporkan menginfeksi 12.600 komputer.

Menurut Ondrej VIcek, CTO software Avast, permainan seperti ini membutuhkan meng-klik dan anak-anak tidak berpikir banyak tentang apa yang mereka lakukan. "Hal ini membuat mereka atau komputer orang tuanya cukup rentan terhadap perangakat lunak berbahaya," jelas VIcek, seperti dikutip dari Dailymail, Selasa (17/1/2012).

Pada bulan lalu, perusahaan keamanan mengidentifikasi 60 situs dengan kata 'Game' dan 'Arcade', pada judul yang terinfeksi dengan pernagkat lunak berbahaya. Baik melalui situsnya langsung atau iklan yang terinfeksi.

Ada lagi 'driveby download' yang menginfeksi komputer, dengan software trojan yang mengarahkan PC ke situs dan menginfeksinya dengan perangkat lunak berbahaya. Menurut Avast, cara anak-anak menelusuri web dengan spontan di lokasi yang berbeda membuat mereka menjadi target yang mudah.

Maka jika ada sesuatu yang berbahaya, tidak menutup kemungkinan seorang anak akan menemukannnya. Walaupun tampaknya sebagian besar situs yang terinfeksi tampak baik, tapi kemungkinan ada beberapa yang telah dibuat khusus untuk menyebarkan malware.

Tapi untuk mencegah ini terjadi, solusinya dengan memastikan menggunakan browser yang update dan memiliki fitur keamanan seperti mengaktifkan peringatan. "Minimal, orang memerlukan sebuah program antivirus yang terlihat untuk berbagai jenis malware dan memindai situs," tandas VIcek.
 

0 komentar:

Poskan Komentar