Pages

Sabtu, 07 Januari 2012

Strategi Cicil Rumah dengan Gaji Kecil

detail berita

JAKARTA - Setiap orang tentu punya keinginan memiliki rumah sendiri. Baik yang sudah berkeluarga, atau yang belum, maupun yang sedang merencanakan. Dengan rumah sendiri tentu saja nilai privatisasi akan lebih mudah didapat. Anda juga pastinya tidak lagi membebani orangtua dan keluarga lainnya.

Solusi yang cukup mudah saat ini, tentu saja dengan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang ditawarkan oleh bank. Tapi sering kali yang menjadi batu sandungan adalah masalah biaya. Apalagi, jika pendapatan atau gaji Anda terbilang standar atau kecil.

Mengingat kredit berarati proses cicil-mencicil dan tidak lain berutang. Untuk itu, bagi Anda yang ingin mengajukan cicilan rumah dengan gaji kecil, wajib memiliki strategi jitu. Seperti yang dijabarkan berikut ini, dikutip dari laman Rumahku, Sabtu (7/1/2012).

Katakanlah gaji anda sekira Rp2 juta per bulan, bagi sebagian orang ini merupakan jumlah pendapatan yang tidak kecil. Dengan penghasilan sebesar itu, Anda memiliki kemungkinan untuk melakukan kredit rumah. Nah, ada tahapan-tahapan penting yang harus Anda lakukan, di antaranya:

1. Tentukan besaran harga rumah.
Menentukan seberapa besar harga rumah yang akan dikredit sangatlah penting. Anda harus bisa menyesuaikan dengan besarnya pendapatan. Karena harga rumah menentukan besaran cicilan per bulannya. Disarankan kepada Anda untuk mengambil jangka waktu yang panjang, misalnya sekira 15 tahun, agar bisa sesuai dengan besarnya cicilan yang Anda sanggupi.

2. Berlatih menabung.
Karena cicilan untuk pembelian rumah ini termasuk cicilan yang akan dilakukan dalam waktu yang relatif panjang maka lebih baik sebelum mengajukan KPR, terlebih dahulu Anda melakukan sedikit percobaan untuk menabung sebesar Rp600 ribu secara rutin
untuk empat sampai lima bulan ke depan. Jika berhasil, itu artinya Anda sudah benar-benar siap untuk mengajukan KPR.

3. Perhatikan besaran DP (uang muka).
Selain analisa kemampuan untuk mencicil KPR, ada pula yang perlu Anda perhatikan yaitu mengenai besaran dari uang muka atau DP yang biasanya juga dipersyaratkan oleh pihak bank. Untuk itu pihak bank meminta Anda untuk membayar sekira 20–30 persen dari harga rumah yang akan dikredit. Artinya Anda perlu menyiapkan dana juga lumayan besar untuk dijadikan DP sebagai tanda jadi dari pembelian rumah tersebut.

4. Mencari bunga ringan.
Yang juga penting untuk dilakukan, adalah melihat dengan cermat besaran bunga yang diajukan tiap-tiap bank. Usahakan untuk bisa memperoleh bunga yang kecil, agar tidak semakin memberatkan Anda.

5. Pilih bank yang terpercaya.
Jangan sampai Anda asal atau sekadar ikut-ikutan mengajukan KPR pada bank yang belum Anda ketahui kredibilitasnya. Lebih baik pilih bank yang sudah menjadi bank kepercayaan Anda dan terpercaya.

6. Batasi besaran cicilan.
Dengan asumsi, cicilan per bulannya harus kurang dari Rp600 ribu per bulan. Ini adalah perhitungan kasar saja di mana memang  batas maksimum cicilan yang dapat Anda lakukan adalah sebesar 30 persen dari besarnya penghasilan yang Anda peroleh setiap bulan.

7. Menilai rumah yang realistis.
Lihatlah jenis dan tipe rumah yang realistis, artinya sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda. Jangan sampai hal ini seperti 'besar pasak daripada tiang'.

8. Segera lunasi biaya administrasi.
Usahakan untuk tidak berlama-lama menggantung pelunasan biaya administrasi KPR yang Anda ajukan. Semakin cepat dilunasi, akan semakin meringankan beban kredit rumah Anda.

Jika hal-hal tersebut sudah dapat Anda penuhi, maka Anda sudah dapat dikatakan memiliki kemampuan secara finansial dan mental untuk mulai mengajukan KPR. Semoga bermanfaat. 

0 komentar:

Poskan Komentar