Pages

Kamis, 19 Januari 2012

Wow, Biaya Renovasi Istana Presiden Capai Rp21,9 Miliar

Istana Negara (foto:Yudha/okezone)
Istana Negara
JAKARTA – Tidak hanya DPR yang menghamburkan uang puluhan miliaran rupiah untuk sederet proyek renovasi fasiliitas. Ternyata Istana Kepresidenan pun melakukan hal yang sama.

Berdasarkan data dari RABPP 2012 Lampiran 4 BA007 yang diolah Sekretariat Nasional Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (Seknas FITRA), menilai alokasi anggaran sederet proyek di Kementerian Sekretariat Negara dan Istana mencapai Rp80,48 miliar.

Berikut rinciannya;

1. Alokasi anggaran progam peningkatan sarana dan prasaran Aparatur Kementerian Sekretariat Negara:

-Pembangunan/Pengembangan Gedung Kantor Kementerian Sekretariat Negara  Rp 41.397.859.000

-Pembangunan/Pengembangan Rumah Negara Rp14.781.680.000
   
-Perbaikan Rel Pintu Gerbang Gedung Kantor Setneg RI Rp349.050.000   

-Pembangunan Pagar Pengaman Aset Tanah Setneg Rp2.050.990.000   

2. Istana Kepresidenan Jakarta, Rehabilitasi/Renovasi Bangunan Gedung Negara Rp10.680.518.000.

3. Istana Kepresidenan Bogor, Renovasi Gedung dan Bangunan Rp3.342.917.000.

4. Istana Kepresidenan Yogyakarta, Rehabilitasi/Renovasi Gedung/Bangunan    Rp2.359.928.000.

5. Istana Kepresidenan Tampak Siring Bali, Renovasi Gedung dan Bangunan Rp1.558.979.000.

6. Istana Kepresidenan Cipanas, Renovasi Gedung dan Bangunan Rp3.960.242.000

Kordinator Advokasi dan Investigasi Seknas FITRA, Ucok Sky Khadafi dalam keterangan pers yang diterima okezone, Rabu (18/1/2012) malam, mengatakan program penghematan yang selalu didengungkan pemerintah nyatanya tak dijalankan di lingkungan sendiri.

Ucok mencontohkan renovasi anggaran untuk Istana Kepresidenan Jakarta, dimana pada tahun angggaran 2011 dialokasikan anggaran sebesar Rp3 miliar. Sementara pada anggaran 2012, pihak istana menambah alokasi anggaran menjadi sebesar Rp10 miliar.

"Semua ini menggambarkan kebijakan pemerintah sangat tidak manusiawi, karena mengutamakan pembangunan gedung atau fisik daripada sumberdaya manusia," kritik Ucok.
 

0 komentar:

Poskan Komentar