Pages

Kamis, 09 Agustus 2012

Koleksi Tandoook untuk Lebaran


Koleksi Tandoook etnik kontemporer rancangan Ariani Pradjasaputra Accessories.
Silaturahim ke keluarga, kerabat, juga kolega menjadi aktivitas rutin saat Hari Raya Idul Fitri. Anda pun perlu memerhatikan penampilan untuk menghadiri berbagai undangan dan kegiatan. Tas menjadi salah satu kebutuhan berpenampilan, termasuk di hari raya.

Kalau Anda menyukai gaya etnik kontemporer, dengan sentuhan tradisi dan budaya, pada koleksi tas, produk terbaru Tandoook dari label Ariani Pradjasaputra Accessories bisa jadi pilihannya.

Desainer aksesori, Ariani Pradjasaputra mengangkat produk budaya Tandok, yang biasa digunakan masyarakat suku Batak dalam sejumlah perayaan seperti pesta pernikahan atau upacara adat. Biasanya Tandok dipakai di atas kepala sebagai wadah beras yang menjadi simbol kesejahteraan, kebahagiaan dan harapan baik. Pada pertunjukkan tarian Tortor, Tandok biasanya digunakan perempuan di atas kepalanya, menyambut tamu yang datang ke lokasi acara.

Bekerjasama dengan Lia Candrasari dari LC Foundation, Ariani memiliki misi melestarikan produk budaya menjadi tas fungsional multigaya. Salah satunya koleksi Tandoook.

Koleksi tas Tandoook Ariani Pradjasaputra Accessories ini tak meninggalkan bentuk asli Tandok yakni keranjang anyaman dari bahan sejenis tikar. Sentuhan Ariani membuat Tandoook terlihat lebih cantik dengan kombinasi lace, juga kain tradisional. Tandoook dari anyaman tikar ini terlihat lebih kokoh dan nyaman dipakai, dirancang dengan lapisan kain di bagian dalam.

Ia juga menciptakan Tandok dari bahan daur ulang (plastik), yang bisa dipakai sebagai tas bertali yang bisa dipanjang-pendekkan sesuai kebutuhan. Baik sebagai tas selempang, soulder bag bahkan clutch.

"Tiga gaya ini kembali kepada filosofi masyarakat Batak yakni Dalihan Na Tolu," jelas Ariani saat berbincang dengan Kompas Female di kediamannya di Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Filosofi Dalihan Na Tolu yang menyatu dalam tas punya makna, selain juga menjadi pilihan cara Ariani dalam mengedukasi masyarakat mengenai budaya melalui keahliannya membuat tas.

Ia menjelaskan, "Jadi kalau di adat Batak, dalam suatu pesta atau acara adat, semua orang mempunyai kedudukan masing-masing. Ada posisi kita sebagai penyelenggara dan orang-orang se-marga yang posisinya sejajar sebagai turut mengundang; ada posisi pihak Hula-Hula atau yang dihormati, biasanya keluarga dari marga istri; ada posisi dari pihak Boru (anak perempuan) yang turun tangan bekerja membantu di pesta itu."

Nah, bagi masyarakat Batak, dengan posisinya masing-masing tersebut, penggunaan tas Tandoook pun bisa menyesuaikan. Kalau Anda menjadi pihak Hula-Hula, Ariani menyarankan pakai Tandoook gaya clutch. Sedangkan pihak Dongan Tobu cocok memakai gaya shoulder bag dengan tas yang sama. Saat menjadi pihak Boru, mmodel selempang yang praktis bisa memudahkan aktivitas. Semua gaya ini bisa didapatkan dari satu tas Tandoook kreasi Ariani.

Meski terinspirasi dari budaya Batak, Ariani menciptakan tas untuk semua kalangan yang menyukai seni tradisi dan budaya lokal. Siapa pun Anda, jika menyukai konsep tas ini, termasuk untuk penampilan saat Lebaran, Tandoook tersedia di sejumlah gerai seperti di galeri Hadiprana Kemang, d'Designers Pasaraya Blok M, Gaya Grand Hyatt Plaza Indonesia, dan Mazee fX Sudirman. Harganya mulai Rp 240.000, diskon 30 persen hingga akhir Agustus 2012.

"Ada bagian dari penjualan Tandoook Bags yang akan didonasikan ke LC Foundation untuk mendukung kegiatan mengangkat budaya Indonesia," tutupnya.




0 komentar:

Poskan Komentar