Pages

Selasa, 14 Agustus 2012

Memilih Reksadana untuk Dana Pendidikan Anak


T:
Saya ibu dengan dua orang anak dan bekerja penuh waktu. Saya berniat investasi di reksadana untuk tujuan masa depan anak-anak saya. Namun saya belum mengerti bagaimana cara memprediksi saham mana yang layak beli/jual. Adakah referensi buku yang mudah dimengerti dan gamblang untuk orang awam seperti saya, yang sama sekali belum punya pengalaman di bidang reksadana? Adakah tips-tips dari Anda yang bisa membantu saya? Terimakasih. (Apti Arisani Kaptika, 31)

J:
Ibu Apti yang baik, untuk menpersiapkan tujuan keuangan berupa dana pendidikan, setidaknya ada beberapa langkah yang dapat dilakukan.

1. Menentukan sekolah mana yang hendak dituju, apakah sekolah negeri, sekolah nasional, sekolah nasional plus, atau sekolah internasional. Untuk kuliah, mau di dalam negeri atau di luar negeri. Dari sini, Anda bisa menghitung besaran dana pendidikan yang akan Anda keluarkan nantinya.

2. Memasukkan asumsi inflasi dana pendidikan dalam perhitungan Anda yang besarnya bisa berkisar antara 10-15 per tahun. Anda bisa melakukan survei kecil-kecilan dengan bertanya ke sekolah-sekolah yang hendak dituju atau berkonsultasi dengan perencana keuangan yang memiliki riset kebutuhan dana pendidikan.

3. Hitung kebutuhan dana pendidikan dengan bantuan kalkulator Dana Pendidikan di http://www.zapfin.com.

4. Periksa kembali tabungan atau investasi yang sudah Anda persiapkan. Apabila dananya belum cukup atau bahkan belum ada sama sekali, sekaranglah waktunya untuk menyiapkan.
5. Sesuaikan produk keuangan yang dipilih dengan jangka waktu investasinya.

Setiap produk keuangan memiliki fitur dan peruntukan yang berbeda. Misalnya, anak Anda akan masuk TK dalam waktu satu tahun lagi. Anda tidak mungkin menempatkan dananya di reksadana saham, bukan? Produk keuangan yang bisa digunakan untuk kasus ini adalah tabungan pendidikan, deposito, atau reksadana pasar uang.

Namun, ceritanya akan berbeda apabila Anda ingin menyiapkan dana pendidikan untuk jenjang SMP yang rentang waktunya di atas lima tahun dari sekarang. Imbal hasil dari tabungan pendidikan, deposito, ataupun reksadana pasar uang akan sulit mengalahkan inflasi dana pendidikan. Untuk jenjang ini, Anda bisa memanfaatkan logam mulia, reksadana campuran, ataupun reksadana saham.

Satu hal penting yang harus dicatat adalah berinvestasi untuk dana pendidikan itu bukan mengasuransikan pendidikannya. Anda akan berinvestasi dengan produk investasi seperti logam mulia, reksadana, atau tabungan berjangka. Sedangkan, untuk polis asuransi jiwa adalah untuk melindungi penghasilan dari pemberi nafkah, dalam hal ini bisa suami atau pun suami-isteri.

Anda bisa baca buku saya, Menjadi Cantik, Gaya, & Tetap Kaya, yang memuat banyak tips keuangan untuk berinvestasi, dan mempersiapkan dana pendidikan pada khususnya.



0 komentar:

Poskan Komentar