Pages

Selasa, 14 Agustus 2012

Pentingnya Bermain Game Bersama Anak


Peranan orang tua dalam mengamankan anak dari paparan konten kekerasan dalam game tidak bisa digantikan siapapun, bahkan oleh sistem rating yang terbaik sekalipun. Hal ini diungkapkan Profesor Tanya Byron, seorang psikolog terkenal di Inggris dan pimpinan UKIE (badan pengawasan konten game di Inggris) Jo Twist ketika berbicara dengan media online Metro.
Byron dan UKIE merupakan aktivis yang mengusahakan adanya sistem rating game yang didukung oleh hukum dan memberikan sanksi keras terhadap pelanggarannya.
Sistem rating game merupakan sebuah peringkat yang menentukan umur untuk memainkan sebuah game. Misalnya, remaja hanya boleh memainkan game dengan rating remaja dan melarang mereka untuk memainkan game dengan rating dewasa. Hampir sama dengan film.
“Ketika saya membuat laporan mengenai rating game pada 2008, industri game sangat mendukungnya. Mereka selalu membuat game dengan konten dewasa untuk gamer dewasa, bukan untuk anak-anak,” ujar Byron.
“Kebanyakan orang tua merasa tidak nyaman dengan game yang selalu dibicarakan di media akibat kekerasannya, yang hanya terdiri dari 5 persen saja, sedangkan 95 persen game lain tidak dihiraukan. Padahal, game tersebut sangat baik untuk anak dari sudut pandang pendidikan. Selama orang tua dan anaknya bermain bersama,” tegas Byron.
Byron juga meminta orang tua untuk ikut serta dalam mengawasi anaknya ketika memainkan game. Seketat apapun sebuah sistem rating tidak akan berguna bila anak tidak diawasi kegiatan bermainnya. Hampir sama ketika anak menonton televisi dan film yang ditujukan untuk kalangan umur tertentu.
Pada kesempatan tersebut, Byron dan Twist juga menganjurkan orang tua untuk mengunjungi website askaboutgames.com untuk mengetahui cara mengawasi sesi bermain anak dan menggunakan fitur “Parental Control” yang terdapat di semua mesin game console.


0 komentar:

Poskan Komentar