Pages

Kamis, 06 September 2012

Hari Ini, Pertandingan Dimulai

Hari Ini, Pertandingan Dimulai

IKON LANCANG KUNING: Kehadiran ikon perahu layar Lancang Kuning yang dipadu dengan cahaya warna warni di pintu masuk Stadion Utama Riau semakin melengkapi semarak helat PON XVIII Riau, Selasa
Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau baru akan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Selasa, 11 September mendatang di Stadion Utama Riau, Pekanbaru.

Namun, beberapa cabang olahraga (Cabor) mulai melakukan pertandingan sebelum pembukaan. Seperti aeromodelling pada Rabu (5/9) ini serta sepakbola dan futsal, Kamis (6/9).

Cabor aeromodelling dipertandingkan di Bandara Japura, Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu. Namun peraih medali baru bisa ditentukan pada hari ketiga, Jumat (7/9).

Ketua Panpel Cabor Aeromodelling Said Suwarno mengungkapkan, semua persiapan sudah tuntas. Cabor aeromodelling menyediakan tujuh medali emas yang diperebutkan 42 atlet dari 16 provinsi.

Riau sendiri menurunkan 10 atlet, delapan putra dan dua putri, dengan target dua emas. Atlet yang ditargetkan meraih emas yakni Ali Akbar yang turun di F2A, F2C, dan D2D serta Tedi Kuswoyo di nomor F3A, Hartono di F3B.

‘’Insya Allah kita (Riau, red) bisa mendapatkan dua emas. Sekali lagi mohon doa dan dukungan nantinya selama sepekan pertandingan,’’ ungkapnya.

Sementara itu, cabor sepakbola dan futsal mulai dipertandingkan, Kamis (6/9) besok. Untuk sepakbola babak penyisihan grup akan berlangsung tiga daerah.

Grup A di Stadion Narasinga, Rengat (Indragirui Hulu) yang diisi tim Papua, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi tenggara dan Jambi. Grup B di Stadion Sport Center Kuansing diikuti Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Utara dan Gorontalo. Sementara Grup C di Stadion Tuanku Tambusai, Bangkinang (Kampar) ditempati Riau, Sumatera Barat, Kalsel/Kaltim, Jawa Tengah.

Dualisme di Sepakbola Berlanjut
Satu hari jelang pertandingan, pertandingan Cabor sepakbola semakin kacau. Sebab, dalam Manager Meeting, Selasa (4/9), hasilnya jauh berbeda dengan keputusan tim keabsahan KONI Pusat dan Badan Arbitrase Olahrga Indonesia (BAORI) tentang peserta.

Keputusan tim keabsahan KONI Pusat dan BAORI memutuskan Kalimantan Timur serta Jambi pimpinan Bujang Nasril dan Jawa Barat pimpinan Toni, yang berhak mengikuti PON Riau.

Sementara dari hasil pertemuan manager meeting yang dipimpin Wasekjen PSSI, Saleh Mukodar, memutuskan Kalsel yang berhak lolos.

Kontingen sepakbola Jambi yang sah adalah tim versi PSSI bukan versi KONI Jambi.

Demikian pula Jabar, bukan tim di bawah pimpinan Toni. ‘’Keputusan PSSI pusat menyatakan yang berhak mengikuti PON adalah Kalsel karena PSSI tidak mengakui hasil keputusan keabsahan dari KONI Pusat dan BAORI,’’ ujar Saleh usai manager meeting.

Pernyataan tersebut bertentangan dengan yang disampaikan oleh Ketua Tim Keabsahan KONI Pusat Amir saat dihubungi kemarin.

Amir yang tidak hadir dalam pertemuan tersebut mengungkapkan bahwasanya penolakan PSSI Pusat dengan hasil timnya dan BAORI tersebut seharusnya tidak terjadi di PON.

‘’Keputusan tim keabsahaan tidak bisa diubah dan tidak bisa diganggu. PSSI merupakan anggota dari KONI dan harus tunduk dengan peraturan yang telah diputuskan oleh KONI Pusat, bukan mengikuti peraturan yang lain, karena ini iven nasional,’’ paparnya.

Masih buntunya hasil manager meeting tersebut, maka pelaksanaan Technical Meeting (TM), Rabu (5/9) hari ini, akan semakin seru. Karena seluruh pihak bertikai pasti akan hadir. Namun kedua pihak mengatakan siap menuntaskan berdasarkan ketentuan dan aturan yang mereka pegang masing-masing.

Sementara cabor futsal akan dilaksanakan di Tembilahan, Indragiri Hilir. Cabor ini diikuti 12 tim yakni Papua, Jawa Tengah, Gorontalo dan Sumatera Selatan (Grup A), Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan dan Jawa Barat (Grup B) dan Nusa Tenggara Timur, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan dan Sumatera Barat (Grup C).

Persiapkan Kedatangan Presiden Dimatangkan
Jelang pembukaan, Panitia Besar (PB) PON terus memantapkan persiapan seremoni pembukaan. Dijadwalkan Presiden SBY tiba di Pekanbaru pukul 10.00 WIB menggunakan pesawat kepresidenan.

‘’Sekarang sudah ditetapkan dua pilihan tempat penginapan Presiden. Pertama, di kediaman Gubri dan kedua kemungkinan di hotel,’’ ungkap Ketua Harian PB PON, Syamsurizal.

Jika nantinya tidak di kediaman Gubri, maka disiapkan di Hotel Labersa. Syamsurizal juga menjelaskan persiapan-persiapan yang dilakukan tidak hanya akomodasi, tapi juga konsumsi, dan keamanan yang langsung di bawah koordinasi Paspampres.

Sementara untuk keamanan pada pembukaan, lebih diutamakan kepada pembatasan tiket. Karena melihat beberapa pertandingan dan kejuaraan yang pernah diselenggarakan di Riau, animo masyarakat cukup tinggi. ‘’Tiket tetap dipersiapkan, apalagi yang datang presiden,’’ paparnya.

Sementara itu Gubernur Riau HM Rusli Zainal kepada Riau Pos mengatakan, semua tahapan persiapan tetap lancar. Kehadiran sebagian kontingen, serta persiapan yang dilakukan, semua sudah maksimal.

‘’Venues sudah oke. Penyambutan tamu juga terus berjalan. Demikian pula persiapan kehadiran presiden nantinya diharapkan dapat terus berkoordinasi dengan maksimal dan baik dengan waktu sekarang ini,’’ ungkapnya.

Memang, diakui Gubri, dua venues yang menjadi kendala. Seperti futsal dan menembak perkembangannya sudah meningkat. Dimana dari keterlambatan pengerjaan terus digesa sehingga bisa dimanfaatkan sebagai tempat pertandingan.

Gubri Tinjau Kesiapan
Media Center Pekan Olahraga Nasional (PON) terapkan sistem Information Communication Technology (ICT) terbarukan dan mutakhir. Inovasi ini dilakukan untuk mengoptimalkan jasa layanan informasi media yang akan diakses selama iven olahraga berskala nasional tersebut.

Informasi itu diperoleh dari hasil peninjauan Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP di Media Center Pustaka Wilayah, Selasa (4/9).

Penerapan teknologi terbarukan terlihat dari penerapan sistem ICT dan akses data yang akan meng-update perkembangan PON secara sistematis dan akurat.

Bahkan, pengembangan perangkat ini dinilai lebih baik dari penyedian IT saat penyelenggaraan SEA Games beberapa waktu lalu.

‘’Ini merupakan wujud keseriusan kita dalam memberikan pelayanan terbaik untuk sistem informasi. Jadi setiap informasi terbaru tentang pertandingan PON dapat di-update,’’ tutur Gubri kepada Riau Pos, disela-sela peninjauan, Selasa (4/9).

Gubri menambahkan, perhatian untuk pengembangan informasi itu diperlukan karena media memiliki peran substansi dalam menyukseskan PON.

‘’Ini harus diinformasikan kepada publik. Karena, banyak informasi yang dapat dipetik dari perangkat IT yang kita miliki. Pelayanan yang optimal inilah yang harus mendapat perhatian,’’ ulas Ketua Umum PB PON Riau itu.

Sementara itu, Koordinator Media Center Pustaka Wilayah, Usman mengatakan, penerapan teknologi bertujuan untuk mendapatkan pelayanan yang maksimal. Sehingga wartawan yang memanfaatkan  media center memperoleh kenyamanan dalam memberikan informasi tentang penyelenggaraan PON.

Media Center Pustaka Wilayah dilengkapi dengan 39 unit komputer dan dilengkapi beberpa unit layar display yang akan memaparkan data update untuk hasil pertandingan PON. Sarana ini merupakan bagian dari sembilan media center yang tersebar di beberapa titik simpul cabang olahraga yang dipertandingkan.

Sarana ICT Command Center di lantai 6 Kantor Gubernur Riau sudah tersusun dan tertata secara sistematis.

Perangkat ini akan menjadi induk sistem pendataan untuk konektifitas data informasi PON. Beberapa petugas terlihat stand by di lokasi untuk mengoptimalkan kinerja perangkat berteknologi canggih itu.

Direktur ICT Command Center, Sayed Alwi mengatakan, perangkat dan teknologi yang digunakan lebih baik dari penyelenggaraan IT saat SEA Games beberapa waktu lalu. Informasi itu disampaikannya kepada Gubri saat melakukan peninjauan ke ICT Command Center tersebut.

Dalam kesempatan itu, Gubri mengharapkan sistem ICT yang digunakan dapat memberikan selayang pandang tentang Provinsi Riau. Baik dari potensi wisata, ekonomi, kuliner dan potensi lainnya yang ada di bumi melayu lancang kuning.

Sebelumnya, Gubri bersama Ketua KONI Pusat, Tono Suratman juga melakukan peninjauan beberapa venues, Stadion Utama Riau dan Bandara Sultan Syarif Kasim II.

Partisipasi Swasta Belum Maksimal
Dalam kesempatan tersebut, Gubri juga menyesalkan kurangnya perhatian kalangan usaha dalam mendukung penyelenggaraan PON XVIII.

Ini terlihat dari masih banyaknya kawasan jalan-jalan di Pusat Kota Pekanbaru yang tidak dilengkapi dengan baliho, spanduk maupun umbul-umbul PON.

‘’Memang masih ada beberapa jalan yang belum dilengkapi baliho dan umbul-umbul PON. Ini sangat kita sesalkan. PON kan kebanggaan kita bersama. Seharusnya kita sama-sama menyemarakkannya,’’ ujar Gubri usai melakukan peninjauan.

Gubri mengharapkan Pemerintah Kota Pekanbaru dapat lebih peka melihat kondisi yang ada dengan mengeluarkan kebijakan yang mengajak dunia usaha untuk mendemamkan iven olahraga yang diharapkan menjadi perekat persatuan bangsa.

Tidak hanya itu, pengelolaan taman dan kawasan hijau juga menjadi sorotan untuk diperhatikan Pemko Pekanbaru.

‘’Pemko Pekanbaru harus lebih memberikan perhatian, apalagi sebagai Ibu Kota Provinsi. Bayangkan saja, jika 33 Provinsi datang ke sini, begitu banyak nilai positif yang dapat diperoleh,’’ sambungnya.

Beberapa titik yang masih terlihat sepi demam PON, seperti jalan Tuanku Tambusai, Arifin Achmad dan beberapa kawasan lain di Kota Pekanbaru.

Kondisi ini sangat disayangkan, karena iven olahraga empat tahunan ini diharapkan menjadi ajang positif untuk sosialiasi potensi Riau ke kancah nasional sesuai catur sukses PON.



0 komentar:

Poskan Komentar