Pages

Minggu, 14 Oktober 2012

Kura-kura Ini Kencing Lewat Mulut

Spesies kura-kura China bercangkang lunak (Pelodiscus sinensis) menjadi kejutan bagi para ilmuwan. Bagaimana tidak, ilmuwan baru saja mengetahui bahwa kura-kura ini kencing lewat mulutnya.

Ilmuwan yang menemukan fakta tersebut adalah Profesor Ip Yeung Kwon dan rekannya dari National University of Singapore. Mereka memublikasikan hasil risetnya di Journal of Experimental Biology bulan Oktober 2012 ini.

Biolog sebelumnya mengetahui bahwa P. sinensis memiliki mulut yang unik. Jaringan pada mulut kura-kura itu menyerupai jaringan pada insang ikan. Ilmuwan sebelumnya berpendapat bahwa mulut kura-kura itu berfungsi membantu pernafasan dan pertukaran garam tubuh.

Secara umum, kura-kura ini bernafas seperti hewan sekeluarganya. Kura-kura akan mengapung di permukaan perairan. Saat bernafas, moncong kura-kura mengarah ke udara kemudian udara dihirup ke paru-paru.

Namun, kura-kura ini punya perilaku yang membuat heran. Kura-kura bisa menenggelamkan kepalanya ke dalam air selama 100 menit. Ilmuwan memastikan bahwa kura-kura tersebut masih dalam keadaan hidup selama menenggelamkan kepala.

Ip membawa kura-kura ke laboratorium dan mempelajari bagaimana kura-kura menenggelamkan diri dan apa yang terjadi saat itu. Ia menganalisis komposisi kimia air. Ip kemudian menemukan bahwa air kaya akan kandungan urea, zat yang dikeluarkan saat kencing.

"Hasil riset ini menjadi bukti pertama bahwa proses di jaringan mulut dan gerakan ritmisnya terlibat dalam ekskresi urea," ungkap Ip.

Mayoritas vertebrata memproduksi air kencing di ginjal dan mengeluarkannya lewat uretra. Pada kura-kura, air kencing umumnya dikeluarkan lewat kloaka, organ yang berfungsi untuk reproduksi sekaligus pembuangan.

"Selama studi, ekskresi urea lewat mulut secara signifikan lebih besar, 15 hingga 49 kali lipat dibandingkan lewat kloaka," ungkap Ip seperti dikutip BBC, Kamis (11/10/2012).

Ip mengungkapkan bahwa ekskresi kencing lewat mulut baru ditemui pada spesies ini. Namun, kemampuan tersebut mungkin terkait dengan evolusi pada kelelawar dan kambing yang mampu mengeluarkan urea lewat ludah.

"Kami terkejut mengetahui hasil riset karena secara umum diterima bahwa pada hewan bertulang belakang, ginjal yang bertanggungjawab dalam ekskresi urea, kecuali pada ikan. Lain dari biasanya, kura-kura ini menunjukkan bahwa mulut adalah jalur utama ekskresi urea," kata Ip.

P. sinensis diternakkan secara intensif. Survei di 684 peternakan di China menunjukkan bahwa sebanyak 91 juta kura-kura ini terjual tiap tahunnya. Meski demikian, hewan ini masuk dalam kategori terancam berdasarkan International Union for Conservation of Nature (IUCN). Aktivitas ternak menggangu kelangsungan hidup satwa ini. 



0 komentar:

Poskan Komentar