Pages

Rabu, 03 Oktober 2012

Patung Buddha Kuno Ini "dari Luar Angkasa"

Seorang ilmuwan asal Jerman menemukan sebuah patung Buddha kuno yang asal-usulnya dari luar angkasa.

Namun, jangan salah mengira dulu kalau itu patung buatan alien. Patung tersebut dibuat manusia di Bumi, hanya saja material yang digunakan dari bahan meteorit.

Patung tersebut terbuat dari ataxite, jenis meteorit besi yang memiliki kandungan nikel tinggi. Sosok yang terpahat adalah Vaisravana, dewa yang dalam agama Buddha dipercaya sebagai Dewa Kekayaan dan Dewa Perang.

"Patung ini dipahat menggunakan sebuah meteorit besi, dari fragmen meteorit Chinga yang menabrak daerah perbatasan antara Mongolia dan Siberia sekitar 15.000 tahun yang lalu," kata Elmar Buchner dari Stuttgart University, Jerman.

Dalam sebuah makalah yang diterbitkan di jurnal Meteoritics and Planetary Science, Buchner dan rekannya menuliskan analisis geokimia tentang "Buddha dari Luar Angkasa" yang jika dibaca mirip sekali dengan cerita dalam film Indiana Jones.

Patung setinggi 9,5 inci tersebut ditemukan pada tahun 1938 pada sebuah ekspedisi yang mendapat dukungan dari Kepala SS, Heinrich Himmler, dan dipimpin oleh seorang ahli zoologi, Ernst Schafer, dalam rangka ekspedisi menjelajahi Tibet untuk mencari asal-usul atau akar dari bangsa Aria.

Setelah tiba di Jerman, patung yang disebut juga sebagai "Iron Man" tersebut menjadi koleksi pribadi. Tidak sampai tahun 2009, para ilmuwan bisa mempelajari patung tersebut karena patung ini kemudian dilelang oleh pemiliknya.

Bobot patung ini diketahui 23 kilogram. Patung ini tidak diukir menggunakan bahan yang biasa. Buchner dan rekannya menuliskan bahwa seniman yang membuat patung ini menggunakan meteorit yang sangat keras, dan mungkin telah mengetahui bahwa material ini adalah material khusus.

"Jatuhnya meteorit telah ditafsirkan sebagai pesan Ilahi oleh beraneka ragam budaya sejak zaman prasejarah" tulis mereka.

Menurut Buchner, patung tersebut kemungkinan diukir sekitar 1.000 tahun yang lalu oleh budaya Bon, yakni budaya pra-Buddha pada abad ke-11. Meski demikian, hingga saat ini belum diketahui secara pasti asal dan usia patung yang tepat.

"Sementara puing-puing pertama secara resmi ditemukan pada tahun 1913 oleh seorang prospektor emas, kami percaya bahwa ini merupakan fragmen meteorit individu yang dikumpulkan berabad-abad sebelumnya," kata Buchner.

Meskipun meteorit yang lainnya dikenal untuk penyembahan dan terinspirasi dari budaya kuno, patung ini cukup unik.

"Ini adalah sebuah ilustrasi dari figur manusia yang dipahat pada meteorit, yang berarti kita tidak memiliki apa pun untuk membandingkan ini ketika kita kaji nilainya," kata Buchner.
"Sejarah ini bisa saja dihargai senilai 20.000 dollar AS. Namun jika estimasi kami benar bahwa usianya hampir seribu tahun, maka itu bisa lebih berharga lagi," katanya. 


0 komentar:

Poskan Komentar