Pages

Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 September 2012

Mengundurkan Diri atau Bertahan?


Tanya:
Beberapa bulan terakhir, banyak rekan yang memutuskan untuk resign. Memang load kerja di bagian keuangan kantor kami terbilang cukup banyak, sampai-sampai kami harus sering lembur hingga pukul 10 malam setiap Kamis dan Jumat. Namun, saya sempat membaca sebuah buku motivasi, singkatnya, buku itu bilang "Jangan berhenti saat kita lelah, berhentilah saat tak ada yang bisa diperbaiki." Saya langsung berpikir untuk mengambil cuti ketika sedang jenuh. Masalahnya, kadang kalau kerjaan sedang banyak-banyaknya, perasaan untuk resign itu besar sekali. Soalnya, walau sudah mengatur waktu sebaik mungkin, tetap saja baru bisa pulang cepat pukul 7 malam. Sayangnya, di kantor tidak ada biaya tambahan untuk lembur, semua sudah masuk dalam gaji. Kalau mau jujur, sebenarnya saya suka bekerja di sini, tapi pekerjaan membuat saya lelah.
(Bani, Bali)

Jawab:
Secara umum ada beberapa aspek dan kondisi yang bisa menjadi pertimbangan sebelum Anda memutuskan resign dari perusahaan, di antaranya:

* Ketika nilai (value) perusahaan mulai berubah, tidak lagi selaras dengan nilai (value) pribadi Anda. Misal pada awalnya Anda senang dengan suasana di tempat kerja yang cenderung kekeluargaan, namun pada perkembangannya, suasana di perusahaan semakin hirarki, lebih mengedepankan efisiensi dan fungsional, sehingga tidak sesuai lagi dengan value Anda.

* Ketika perusahaan di tempat Anda bekerja cenderung tidak etis dalam menjalankan operasi bisnisnya, sehingga merugikan stake-holder atau pemangku kepentingan di perusahaan, yang berakibat kredibilitas perusahaan maupun kredibilitas Anda semakin terganggu.

* Saat Anda semakin merasa tidak enjoy, tidak fun lagi untuk berangkat kerja. Setiap kali akan bekerja, Anda merasa energi Anda tersedot habis, serta tidak mendapatkan keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan Anda.

* Bila kadar stres Anda saat ini cenderung tinggi mengalami burnout sehingga memengaruhi kualitas hubungan dengan orang-orang bermakna dalam hidup Anda. Burnout adalah rasa gagal, letih, lesu, akibat tuntutan pekerjaan, situasi kerja yang terlalu membebani tenaga dan kapasitas seseorang.
 
 

Sabtu, 04 Agustus 2012

5 Hal yang Harus Dikuasai Staf Public Relations

Staf PR tidak hanya dituntut untuk mampu menulis siaran pers yang baik atau mudah berteman.
KOMPAS.com - Dulu, advertising atau public relations menjadi satu-satunya hal yang dapat menyampaikan pesan dari sebuah perusahaan ke masyarakat. Kini, media sosial seolah mengubah peran staf public relations, sehingga tidak lagi memadai jika staf PR hanya berperan menulis siaran pers yang baik atau mudah berteman.

Staf PR, entah itu yang mewakili perusahaan secara langsung, atau melalui agency, membutuhkan ketrampilan untuk melacak ribuan atau jutaan berita yang di-share melalui media online, dan kreativitas untuk membangun ide-ide yang akan disebarluaskan. Cassie Boorn, spesialis media sosial dan staf PR yang telah membangun program-program digital untuk banyak perusahaan besar yang pernah dimuat di majalah Fortune, memaparkan ketrampilan yang dibutuhkan agar seorang publicist mampu bertahan dalam era digital seperti sekarang. Berikut beberapa di antaranya.

1. Membangun jaringan
Tugas seorang staf PR di antaranya adalah menggelar acara jamuan makan atau media gathering yang mengesankan. Inti dari aktivitas ini adalah bagaimana berhubungan dengan orang lain, membangun jaringan yang kelak dapat bermanfaat satu sama lain. Misalnya, berhubungan dengan awak media. Baik media maupun staf PR dari sebuah perusahaan memiliki posisi yang setara dan saling membutuhkan. Ketika media membutuhkan informasi langsung dari CEO sebuah perusahaan, PR lah yang menjadi penghubungnya. Sebaliknya, PR juga membutuhkan media untuk menyampaikan pesan-pesan dari perusahaan yang diwakilinya. Selain menggunakan e-mail, instant messenger juga menjadi sarana paling mudah dan cepat untuk berhubungan dan berjejaring dengan mereka.

2. Memonitor pemberitaan
Salah satu tugas penting dari staf PR adalah memastikan bahwa pesan-pesan dari perusahaan sampai ke media. Namun, ketika berita sudah ditayangkan, pekerjaan Anda belum selesai. Anda perlu mendorong agar kunjungan ke media, atau situs perusahaan Anda sendiri meningkat, memastikan bahwa berita atau kontennya dibaca secara meluas, atau memilih media yang perlu Anda prioritaskan. Mengelola situs menjadi satu-satunya cara Anda untuk memahami proses penulisan berita, bagaimana editornya mengelola jadwal kegiatannya, dan apa yang perlu Anda sampaikan agar media mau menulis tentang perusahaan Anda. Anda juga perlu memanfaatkan media sosial untuk menyebarluaskan berita-berita dari perusahaan. Bagikan juga berita-berita dari media online ke media sosial perusahaan Anda.
3. Berteman dengan orang-orang penting
Wartawan atau blogger adalah pihak yang paling berpengaruh dalam menyebarluaskan berita. Mereka menjadi orang-orang yang diandalkan para staf PR, terutama mereka yang mampu menghasilkan berita yang obyektif dan bermanfaat bagi perusahaan maupun masyarakat sebagai sasarannya. Untuk itu, staf PR harus terus membina pertemanan secara profesional dengan awak media maupun blogger. Jangan hanya mengontak wartawan atau blogger ketika Anda butuh mereka untuk memberitakan kampanye tertentu dari perusahaan Anda. Kirimkan ucapan selamat ketika mereka berulang tahun, mendapatkan jabatan yang lebih tinggi, atau ketika tertimpa kemalangan. Ajak mereka untuk ngopi-ngopi secara informal, tanpa membahas urusan pekerjaan.

4. Lincah dalam meng-goggling berita
Media online bisa menayangkan berita Anda dengan lebih cepat, namun karena jumlahnya semakin banyak terkadang Anda jadi kesulitan melacaknya. Maka, sering-seringlah belajar meng-googgling berita mereka. Jangan malas, dan hanya mendesak si penulis mengirimkan link beritanya untuk Anda. Anda hanya perlu menanyakan keyword judul berita dan nama medianya, Anda bisa dengan mudah menemukan berita-berita tersebut. Mesin pencari juga tidak hanya bermanfaat untuk mencari berita dari media, tetapi juga menemukan ide untuk kampanye perusahaan Anda berikutnya, detail mengenai kompetitor dari klien Anda, statistik, hingga gambaran mengenai tren yang baru. Jika sudah menguasai hal ini, Anda bisa menaklukkan semuanya.
5. Apa yang harus di-share
Nah, ini yang paling penting. Online influencer seperti blogger dan editor media online menjadi sangat berpengaruh karena mereka telah menyebarluaskan berita secara online. Mereka jeli menangkap apa saja yang tampak menarik untuk diberitakan, meskipun kadang-kadang bukan sesuatu yang ingin Anda tekankan dalam pesan-pesan perusahaan Anda. Kirimkan kisah-kisah menarik dari perusahaan Anda, berkaitan dengan produk atau interaksi Anda dengan masyarakat. Berikan kontak ke direktur atau CEO perusahaan jika wartawan ingin mengonfirmasi atau meminta penjelasan lebih detail mengenai pesan-pesan yang Anda sampaikan. Menghalang-halangi niat tersebut kadang hanya akan membuat pemberitaan mereka kurang akurat.


Kamis, 02 Agustus 2012

Kebiasaan "Ngirit" Para Milyuner


Michelle Obama tengah berbelanja di Target, tanpa didampingi bodyguard.
KOMPAS.com - Orang kaya bukannya tidak mungkin jatuh dan kembali miskin. Buktinya, banyak artis yang pernah terkenal kini jadi melarat. Pemilik bisnis yang lupa diri karena kesuksesannya, jadi kehilangan asetnya. Karena itu, mumpung masih  kaya, hiduplah secara hemat, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada hidup kita kelak, kan?
Sekali-sekali memanjakan diri dengan membeli pakaian bagus atau berlibur, tentu tidak salah. Namun selanjutnya Anda perlu disiplin dalam mengelola keuangan Anda. Terapkan kebiasaan hemat untuk beberapa hal yang cocok untuk Anda. Ambil contoh kebiasaan Kate Middleton dan Michelle Obama. Meskipun mampu membeli pakaian rancangan desainer, tetapi mereka masih membeli baju yang "lucu-lucu" dari label kelas menengah. Lalu, mereka tidak segan mengenakan pakaian itu berulangkali, termasuk untuk menghadiri resepsi perkawinan.
Kedua perempuan ini merupakan beberapa contoh saja dari orang-orang kaya yang tetap hidup hemat. Masih ada sejumlah milyuner lain yang ternyata juga memilih hidup sederhana dan cermat dalam mengeluarkan uang. Tiru kebiasaan mereka ini!

David Cheriton
Estimasi kekayaan: 1,3 milyar dollar
Kebiasaan irit: Ketika makan di restoran mewah, separuhnya dibawa pulang untuk dimakan besoknya.
Profesor di Stanford University yang juga menjadi salah satu pendiri Google ini juga memotong rambutnya sendiri selama 15 tahun terakhir, dan mengemudikan Volkswagen Vanagon 1986-nya sendiri. Sejak kecil, Cheriton memang sudah terbiasa berhemat. "Kebiasaan hemat itu diturunkan oleh orangtuaku, yang tumbuh besar pada era Depresi Besar, dan mereka menularkan kebiasaan berhati-hati," ujarnya. Ia sendiri membuat aturan untuk tidak menghabiskan uang dengan cara yang tidak bisa dijelaskannya pada orangtuanya, tanpa merasa bersalah atau malu. "Itu seperti membuat aturan pribadi untuk tidak pernah melakukan sesuatu yang tidak ingin Anda lihat ditayangkan di acara 60 Minutes," tambahnya.

Hilary Swank
Estimasi kekayaan
: 40 juta dollar
Kebiasaan irit: Mengumpulkan kupon gratis

Siapa sangka, peraih Piala Oscar ini waktu kecil tinggal di trailer park di Bellingham, Wash. Ia baru pindah ke Los Angeles bersama ibunya pada tahun 1990 (umur 16) karena ingin mengejar impiannya di dunia akting. Di sana, hidupnya malah makin susah. Mereka menginap di dalam mobil agar bisa mencukupi kebutuhan mereka. Setelah memainkan berbagai peran kecil, barulah sosoknya diperhatikan setelah membintangi Boys Don't Cry, dan kelak memberinya penghargaan Academy Awards.

Meskipun kini telah meraih kesuksesan, Hilary masih menerapkan beberapa kebiasaan irit yang dilakukannya sejak kecil, antara lain membeli pasta gigi dan tisu dalam jumlah besar. Sewaktu tampil dalam talk show Live! With Regis & Kelly pada 2010, aktris berusia 38 tahun ini mengaku masih sering mengumpulkan kupon atau voucher gratis. "Ketika kita membuka suratkabar dan menemukan kupon-kupon itu, rasanya seperti melihat uang dollar menari-nari di depan mata. Begitulah cara aku dibesarkan. Jadi, kenapa nggak memanfaatkannya?"

T. Boone Pickens
Estimasi kekayaan
: 1,4 milyar dollar
Kebiasaan irit: Membeli pakaian kerja baru setiap lima tahun
Pencapaian profesionalnya selama 55 tahun ini adalah mengembangkan perusahaan minyaknya, Mes Petroleum, menjadi bisnis bernilai 2 milyar dollar. Namun sekarang, Pickens justru dikenal dengan gaya hidupnya yang low-budget. "Orang suka terkejut menyadari saya tidak punya lemari yang penuh pakaian rapi," katanya. "Saya membeli tiga pakaian kerja baru setiap lima atau beberapa tahun, dan total hanya punya 10. Hanya itu yang saya butuhkan."

Nasihat mengenai keuangan diterimanya dari sang nenek, yang mengatakan, "Jangan pernah pergi ke mana pun dengan uang di dalam saku sambil mencari sesuatu untuk dibeli." Saat ini, setiap kali mengunjungi toko, Pickens akan melihat daftar belanjaan yang sudah dibuatnya, dan hanya membawa uang sejumlah nilai belanjaan yang sudah diperkirakannya.

Michelle Obama
Estimasi kekayaan
: Aset keluarga Obama nilainya 2,6 - 8,3 juta dollar
Kebiasaan irit: Belanja di Target

Ibu Negara Amerika Serikat ini kedapatan tengah berbelanja di department store Target di Washington, DC, tahun lalu. Kabarnya, di sana ia membeli makanan dan mainan untuk anjing peliharaan keluarga Obama. Selain selalu membeli barang kebutuhan sehari-hari di toko-toko "biasa", Michelle juga dikenal sangat hemat dalam menggunakan dana untuk fashion. Meskipun memiliki akses ke desainer-desainer papan atas, perempuan jangkung ini gemar membeli pakaian dari toko-toko diskon seperti H&M. Ia juga kerap tampil di depan publik dengan gaun keluaran label kelas menengah seperti Gap atau J.Crew.

Warren Buffett
Estimasi kekayaan
: 44 milyar dollar
Kebiasaan irit: Tinggal di rumah sederhana yang sudah ditempatinya selama 54 tahun

Pendiri perusahaan konglomerasi Berkshire Hathaway dengan bisnis inti berupa asuransi dan properti ini tentunya mampu tinggal di rumah mewah yang lebih besar ketimbang rumah berkamar lima di Omaha, Nebraska, yang dibelinya pada tahun 1958. Namun, multi milyuner ini memilih menjalani hidup sederhana di kota kecil tersebut. "Investasi terbaik ketiga yang pernah saya buat adalah membeli rumah saya. Untuk rumah seharga 31.500 dollar tersebut, saya dan keluarga saya mendapatkan 52 tahun penuh kenangan, dan akan semakin bertambah lagi," paparnya. Saat ini, rumah berkamar lima di Omaha rata-rata harganya 391.983 dollar. Artinya, 12 kali lipat dari harga rumahnya sekarang.
O ya, dua investasi terbaik lain yang dibuat Buffett adalah cincin kawin yang dibelinya untuk istri pertama, dan kemudian istri keduanya.

Bethenny Frankel
Estimasi kekayaan
: 100 juta dollar
Kebiasaan irit: Memilih membeli barang yang bisa ditawar di eBay

Mantan bintang acara realita Real Housewives of New York ini menjual produk minumannya yang berlabel Skinnygirl Cocktails ke Beam Global dengan nilai 100 juta dollar tahun lalu. Brand minuman yang terdiri atas tiga macam wine, empat rasa vodka, dan pina colada ini, memiliki ciri khas berupa kalorinya yang rendah, sehingga sangat populer di kalangan perempuan.
Namun, kekayaan barunya ini bukan seperti jatuh dari langit. Perempuan yang kini memiliki acara bincang-bincang sendiri, Bethenny, ini bertahun-tahun yang lalu bahkan tidak mampu membayar sewa rumahnya. Hingga sekarang, ia masih menerapkan gaya hidup hemat, terutama untuk fashion. Maklum saja, fashion sudah jadi guilty pleasure buatnya, sehingga tidak mungkin ditinggalkan. Namun, ia hanya membeli barang-barang yang didiskon. Kemudian, agar bisa memuaskan kesukaannya belanja tanpa direncanakan, Bethenny hanya berbelanja secara online, dan rajin mengunjungi situs-situs pemberi diskon, seperti eBay.com dan net-a-porter.com.

Rabu, 25 Juli 2012

Mogok Jualan, Pedagang Tahu Tempe Sweeping Pasar

Ilustrasi. (Foto: Ist)
CIRACAS - Rencana para pedagang tempe tahu untuk mogok massal rupanya bukan pepesan kosong. Bahkan, aksi tersebut sudah mereka lakukan mulai kemarin malam.

Tak hanya mogok berdagang, ratusan pedagang itu pun menggelar aksi sweeping ke sejumlah pasar tradisional di Jakarta Timur dan Bekasi. Aksi sweeping ini mereka gelar guna memastikan tak ada satu pun pedagang tahu tempe yang berjualan.

"Aksi ini untuk kebersamaan kita untuk mengawasi tukang tahu tempe semuanya biar ada perhatian dari pemerintah," kata pengawas Primkopti Jakarta Timur, Kasmito, di sela-sela sweeping di Pasar Ciracas, Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (24/7/2012) malam.

Kasmito menambahkan, aksi mogok massal ini merupakan hasil keputusan rapat Puskopti DKI Jakarta pada 18 Juli 2012 lalu. Dalam rapat tersebut, disepakati bahwa aksi tersebut akan dimulai Selasa 24 Juli malam, para pengrajin tempe dan tahu di semua wilayah DKI Jakarta melaksanakan demo mogok produksi dan berjualan. Rencananya aksi ini digelar hingga Jumat 27 Juli mendatang.

"Ini semua kami lakukan untuk menyikapi kenaikan harga kedelai. Setelah ini kami akan ujicoba untuk selalu menaikkan harga, nanti kalau enggak ada tanggapan juga dari pemerintah kami akan demo lagi besar-besaran, kami akan menutup jalan," tambahnya.

Pantauan di lapangan, aksi sweeping yang berlangsung di Pasar Ciracas berjalan damai dan tertib. Di pasar ini, tidak ditemukan pedagang tahu tempe yang beroperasi. Rombongan yang sebelumnya juga melakukan sweeping di Pasar Kramatjati ini kemudian melanjutkan aksinya ke Pasar Kranggan, Bekasi.

Dalam aksinya mereka menggunakan sepeda motor. Sepanjang perjalanan, tidak satu pun petugas polisi yang terlihat melakukan pengawalan. Meski tidak sampai menimbulkan kemacetan yang parah, aksi mereka mengundang keresahan warga sekitar.

"Saya kira ada keributan geng motor. Nggak tahunya demo tahu tempe ya? Waduh kalau begini besok kita enggak bisa makan tahu tempe dong," ujar salah seorang pengendara sepeda motor yang tepaksa menepi ketika rombongan pengunjuk rasa tersebut melintas di wilayah Cipayung, Jaktim ke arah Kranggan, Bekasi.
 

Jumat, 06 April 2012

Tips Aman Gunakan Kartu Kredit ala BI


Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memberikan tips kepada masyarakat agar nasabah tidak terlibat sengketa dengan perbankan khususnya terkait dengan penggunaan karrtu kredit. Berikut tips yang diberikan BI kepada nasabah bank terkait penggunaan kartu kredit.

"Nasabah terlilit utang karena memiliki terlalu banyak kartu kredit dan tidak dapat mengendalikan penggunaannya. Karenanya, perhitungkanlah sejak dini kemampuan keuangan yang dimiliki sebelum mengajukan aplikasi kredit ataupun kartu kredit," ungkap Ketua Tim Mediasi Perbankan Sondang Martha Samosir dalam penjelasannya kepada wartawan akhir pekan ini.

Sondang menyebut, prinsip dasar agar nasabah tidak terhindar dari sengketa perbankan yaitu 3P; pastikan manfaat, pahami risiko, dan perhatikan biayanya.

"Di samping itu, agar permasalahan tidak berlarut-larut apabila terdapat permasalahan dengan bank segera adukan kepada bank yang bersangkutan agar dapat diupayakan penyelesaian pengaduan pada kesempatan pertama," lanjut dia.

Demi mengurangi fraud (kesalahan) di bidang perbankan, BI mengimbau agar nasabah selalu memahami seluruh ketentuan yang tertuang dalam perjanjian aplikasi kredit dan kartu kredit termasuk juga konsekuensi bunga dan biaya lainnya yang bisa timbul.

"Pantau terus perkembangan statusnya untuk menghindari penyalahgunaan identitas diri kalau terdapat penggunaan atas kartu kredit atau debet yang hilang, tetapi telat dilaporkan untuk diblokir," tandas dia.

Selain itu, BI juga mengingatkan agar nasabah mengenali seluruh risiko alat pembayaran yang dimiliki seperti jenis kartu, limit transaksi, sistem notifikasi atau warning atas transaksi menggunakan alat pembayaran dan lainnya.

"Di samping itu juga segera melapor ketika menyadari kehilangan kartu dan simpan selalu nomor call center Bank. Foto dan tanda tangan yang tertera pada kartu kredit, hanya merupakan pengaman pendukung dan bukan merupakan alat pengaman utama.

Bank Sentral juga mengingatkan agar nasabah tidak menyerahkan kartu kreditnya ke pihak lain yang mengaku sebagai pihak bank dengan alasan penggantian kartu atau iming-iming upgrade limit sehingga kemudian dimanfaatkan untuk transaksi oleh pihak lain.

BI juga meminta nasabah agar jangan mudah percaya jika menerima email yang meminta pengkinian data, apalagi bila email tidak menyebutkan nama nasabah melainkan hanya penyebutan yang bersifat umum.

Sebagai informasi, BI mencatat jumlah sengketa kasus antara nasabah dan perbankan di 2011 sebanyak 510 kasus. Sengketa antara perbankan dengan nasabah lebih banyak didominasi di kota besar seperti Jakarta, Medan, Bandung, dan Surabaya.

Sabtu, 03 Maret 2012

BBM Naik Rp1.500, Pemerintah Hemat Rp31,5 T

Wamen ESDM Widjajono Partowidagdo. (Foto: okezone)

Wamen ESDM Widjajono Partowidagdo
JAKARTA - Jika harga BBM subsidi jadi dinaikkan sebesar Rp1.500 menjadi Rp6 ribu per liter, maka pemerintah bisa menghemat hingga Rp31,5 triliun.

"Kalau naik Rp1.500 kan jadinya Rp6 ribu per liter. Penghematannya bisa Rp31,5 triliun," jelas Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/3/2012).

Sementara untuk opsi kedua, yakni subsidi tetap Rp2.000 per liter, dia mengatakan penghematan yang terjadi akan tergantung volume minyak.

"Opsi dua itu sebenarnya lebih terukur. Tapi masalahnya kalau ditanya berapa inflasinya, itulah yang susah. Tapi kalau penghematannya jelas. Penghematannya kan Rp2 ribu setiap liternya. Jadi lebih mudah tinggal dihitung saja volume minyaknya," jelas dia.

Jika ditilik dari dampak ke inflasi, dia menuturkan opsi kenaikan Rp1.500 lebih memberikan kepastian ketimbang opsi kedua. Jika harga BBM naik Rp1.500, maka dampak ke inflasi akan sebesar 2,1 persen.

"Menjaga inflasi ya (lebih baik) yang naik Rp1 500. Tapi untuk subsidi, yang jumlahnya lebih pas ya di-tag Rp2 ribu," beber dia.

Kenaikan BBM Bersyarat

Ilustrasi. Foto: Koran SI
Setelah terkatung-katung beberapa lama, pemerintah tampaknya benar-benar akan menaikkan harga bahan bakar minyak/BBM (premium) pada April 2012 nanti.

Tahun lalu pemerintah sebetulnya sudah membentuk tim kajian dari tiga perguruan tinggi yang diketuai Anggito Abimanyu, yang salah satu hasil kajiannya berisi rekomendasi kenaikan harga premium dan sebaiknya dilakukan pada April 2011.

Entah dengan pertimbangan apa, hasil kajian itu tidak dipakai sampai hari ini. Setelah itu, pemerintah pada akhir 2011 dan awal 2012 malah mengeluarkan wacana yang kurang masuk akal, yakni membatasi konsumsi BBM dan melakukan konversi ke pemakaian gas.

Kebijakan ini dianggap kurang masuk akal karena membutuhkan pengawasan yang sangat ketat (untuk kebijakan penghematan) dan persiapan yang panjang/matang (untuk konversi gas). Setelah kritik bertubi-tubi diteriakkan berbagai pihak, akhirnya pemerintah mengeliminasi dua wacana tersebut.

APBN dan Biaya Birokrasi

Diskursus kenaikan harga BBM ini sebetulnya sudah dimaklumi oleh sebagian besar masyarakat. Mereka mafhum atas dua situasi yang dialami Indonesia: cadangan minyak yang menipis (sehingga kita telah lama menjadi importir) dan harga minyak internasional yang merosot. Mayoritas rakyat juga paham bahwa subsidi minyak sebagian besar secara langsung dinikmati oleh golongan berpendapatan menengah atas.

Bahkan, jika dibandingkan dengan masa lalu, sekarang terdapat fenomena yang jarang ditemui: parlemen/DPR mendorong agar pemerintah menaikkan harga BBM. Ini jelas hal yang menarik, sebab sejak dulu parlemen paling kritis terhadap rencana kenaikan harga BBM.

Memang sampai kini masih ada beberapa anggota parlemen/partai politik yang menolak rencana tersebut, tapi jumlahnya tidak signifikan sehingga hampir pasti kebijakan kenaikan BBM disetujui parlemen. Hal ini tentu merupakan kemewahan situasi yang dimiliki pemerintah saat ini. Sungguh pun begitu, terdapat dua kenyataan yang perlu dipertimbangkan pemerintah secara masak.

Pertama, pemakluman rakyat terhadap rencana kenaikan BBM berdiri di atas realitas pemerintah yang gagal memberikan hak hidup layak bagi warganya. Contoh yang paling kasatmata adalah buruknya infrastruktur dan sulitnya mendapatkan lapangan pekerjaan. Di luar Jawa gampang ditemui sarana jalan dalam kondisi rusak berat sehingga mengganggu pergerakan kegiatan ekonomi, termasuk distribusi komoditas pangan.

Bahkan tidak perlu jauh-jauh, di Provinsi Banten anak SD harus menyeberangi sungai, melewati hutan, dan melintasi kubang bekas air hujan untuk bisa menjangkau sekolah akibat tidak ada jembatan dan jalan. Tiap tahun diberitakan pengangguran terbuka turun, tapi sebagian besar tenaga kerja bekerja di sektor informal (sekira 65 persen). Mereka dibiarkan mencari penghidupan sendiri akibat ketidakmampuan pemerintah menyediakan lapangan kerja formal yang laik.

Kedua, salah satu alasan pemerintah menaikkan harga BBM adalah demi menyelamatkan fiskal. Argumennya, tidak mungkin APBN diminta menomboki subsidi minyak sampai Rp200 triliun, padahal itu hanya dinikmati golongan masyarakat kaya. Sampai titik ini, alasan itu bisa dicerna dan diterima dengan baik. Masalahnya, jika dibaca keseluruhan anggaran fiskal pemerintah, terdapat dua fakta mencemaskan berikut ini.

Pertama, sekira 40 persen belanja APBN habis untuk belanja pegawai dan barang. Pertumbuhan untuk kedua pos pengeluaran itu rata-rata sangat fantastis, menembus 22,5 persen setiap tahunnya (padahal pertumbuhan total belanja negara hanya di kisaran 14 persen). Intinya, sebagian besar anggaran habis untuk biaya birokrasi, bukan pembangunan/pelayanan masyarakat.

Kedua, kebocoran APBN tidak mengalami perbaikan sampai kini. Kasus-kasus korupsi yang terungkap secara menunjukkan betapa APBN menjadi instrumen pemupuk kekayaan penyelenggara negara.

Menolak Cek Kosong

Di luar hal di atas, pemerintah mesti berjibaku merumuskan kebijakan kompensasi yang lebih kredibel dibandingkan dengan dana kompensasi seperti yang diterapkan selama ini. Pemerintah punya pengalaman kenaikan harga minyak pada 2005 lalu di mana dana kompensasi yang diberikan (melalui skema Bantuan Langsung Tunai/BLT) ternyata tidak mampu menurunkan jumlah penduduk miskin seperti yang dianalisis lembaga kajian ekonomi terkemuka di Indonesia.

Alih-alih menurunkan jumlah orang miskin, kenaikan harga minyak pada 2005 lalu justru meningkatkan jumlah orang miskin sekira 3,5 juta jiwa. Hal itu terjadi karena pemerintah terlalu percaya dengan statistik bahwa kenaikan harga minyak sekian ribu rupiah hanya akan meningkatkan inflasi sekian persen. Faktanya, inflasi yang terjadi bisa dua sampai tiga kali lipat dari yang dikalkulasi.

Pola ini hampir pasti akan terjadi sekarang, sebab pergerakan ekonomi secara keseluruhan masih sama. Fakta lain yang tidak bisa disembunyikan adalah ketidakadilan pengelolaan sumber daya alam/SDA, termasuk minyak. Rakyat tidak bodoh untuk mengerti bahwa SDA itu dikuras dan dirampok oleh segelintir pelaku ekonomi, baik asing maupun domestik, dengan sistem bagi hasil yang sangat tidak adil.

Khusus minyak dan gas, sekira 70 persen eksplorasi ladang minyak dan gas dilakukan oleh korporasi asing dalam bingkai praktik kontrak yang tidak adil. Pola yang sama terjadi pada SDA lainnya seperti batu bara, emas, perak, tembaga.

Kenyataan ini tentu mengusik rasa keadilan yang terpatri di dada rakyat. Tidak mungkin mereka diminta maklum dengan kenaikan harga minyak, sementara mereka tahu dengan pasti adanya praktik pengisapan SDA yang sedemikian masif oleh pelaku asing dan para kompradornya.

Jadi, tulisan ini secara pragmatis memberi pemakluman terhadap pemerintah untuk menaikkan harga minyak, tapi tentu tidak dengan cek kosong. Paling penting, pemerintah mesti menyiapkan skema kompensasi yang lebih matang sehingga bisa menyelamatkan kehidupan kaum miskin. Selanjutnya, infrastruktur dan lapangan kerja harus didesain secara layak sehingga rakyat dapat menjalani hidup secara bermartabat.

Berikutnya, APBN tidak boleh dibiarkan dipakai untuk mengongkosi birokrasi dan sumber korupsi. Anggaran negara harus difungsikan sebagai instrumen pembangunan dan pelayanan publik yang bersih dari praktik koruptif. Terakhir, praktik perampokan SDA harus dihentikan dan digunakan sebesarbesarnya bagi kemakmuran rakyat.

Jika ini semua dilakukan, rakyat dengan besar hati akan dapat menerima kenyataan bahwa harga minyak harus naik karena situasi yang pelik seperti sekarang.


Harga Pertamax Naik Rp500/Liter

Ilustrasi. (Foto: okezone)

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menaikan harga BBM nonsubsidi yang terdiri dari pertamax, pertamax plus dan pertamina dex mulai pukul 00.00 WIB hari ini, Kamis (1/3/2012).

Berdasarkan pantauan okezone, harga pertamax mengalami kenaikan sebesar Rp500 per liter. Alhasil, harga pertamax di daerah Jabodetabek menjadi sebesar Rp9.300 per liter mulai hari ini. "Harga (pertamax cs) naik mulai dini hari tadi," kata salah satu petugas SPBU kepada okezone di Jakarta, Kamis (1/3/2012).

Sebagai gambaran, Pertamina biasanya menaikan harga BBM nonsubsidi setiap tanggal 1 dan 15 tiap bulannya. Untuk tanggal 15 Februari lalu Pertamina memang tidak menaikan harga BBM ini.

"Kan kita periode sebelumnya belum menaikan harga BBM," kata  VP Communication Pertamina Mohammad Harun kepada okezone.

Sebelumnya, pertamax cs memang sudah mengalami kenaikan pada awal Februari ini. Kenaikan harga BBM nonsubsidi pada periode tersebut berkisar antara Rp 200 sampai Rp 300 per liter.

Selasa, 14 Februari 2012

BBM Subsidi Naik, UMK Minimal Naik 5%

Ilustrasi. Foto: Heru Haryono/okezone

JAKARTA - Dengan dikeluarkannnya Peraturan Presiden nomor 15 tahun 2012, Pemerintah sepertinya telah mantap untuk menaikkan BBM subsidi tahun ini. Jika rencana ini jadi diberlakukan, salah satu hal yang tidak terelakkan lagi adalah kenaikan upah minimum kota (UMK).

"Tahun ini, tiga hal yang akan berpengaruh secara simultan adalah kenaikan UMK terhadap harga-harga barang, kenaikan listrik (tarif dasar listrik) dan kenaikan harga BBM subsidi," ungkap pengamat ekonomi Drajad Wibowo kepada okezone, Selasa (14/2/2012).

Jika pemerintah benar-benar menaikkan harga BBM subsidi sebesar Rp500 per liter, Drajad menilai, UMK akan naik minimal lima persen.

"Kenaikan BBM akan berefek domino terhadap UMK, naik Rp500 minimal UMK harus naik lima persen. Kalau sampai Rp1500, UMK naik sekira 10-15 persen," lanjut anggota DPR dari Fraksi PAN ini.

Meskipun begitu, Drajad menilai bahwa opsi menaikkan BBM subsidi memang menjadi opsi yang paling mungkin dilakukan pemerintah saat ini untuk mengurangi tingginya subsidi BBM.

"Saya enggak mau membandingkan kebijakan pembatasan atau menaikkan BBM yang mana yang palimg baik. Namun, melakukan pembatasan memang lebih ribet dan enggak praktis," tambah Drajad.

Kendati berpendapat menaikkan harga BBM subsidi lebih praktis, Drajat mengimbau untuk memberikan kompensasi yang total kepada masyarakat dan pengusaha pada khususnya agar tidak terlalu keberatan dengan kebijakan ini.

"Saya menyebut pemerintah harus melakukan kebijakan total football, memberikan kompensasi ke dunia usaha dengan kemudahan perizinan misalnya, atau ke masyarakat dengan kenyamanan sistem kependudukan dan transportasi," tandasnya. (gna)

Jumat, 10 Februari 2012

Ini Daftar Gaji Karyawan Bank Indonesia

Semua pegawai Bank Indonesi akhirnya mendapat kenaikan gaji sebesar 3 persen, karena kinerja karyawan BI yang berhasil menaikan perekonomian Indonesia. Kenaikan gaji para karyawan BI disebut Cost Of Living Adjustment (COLA).

Dalam COLA, kenaikan gaji karyawan BI bisa mencapai 10 persen, jika karyawan bekerja lebih maximal akan ditambahkan. “Jadi itu diberikan berdasarkan prestasi. Dasarnya 3 persen, tapi kalau kerjanya bagus bisa ditambah 7 persen,”ujar Ketua Komisi XI Harry Azhar Azis, di DPR, Rabu (8/2/2012).

Berikut data yang dihimpun untuk gaji karyawan BI pada tahun 2011 sebelum mendapat COLA.

* Gubernur BI Rp 153,9 juta
* Deputi Gubernur Senior Rp 109,7 juta – Rp 164,6 juta
* Deputi Gubernur Rp 96,8 juta – Rp 115,2 juta
* Direktur BI Rp 50,2 juta – Rp 72,3 juta
* Deputi Direktur BI Rp 36,1 juta – Rp 47,4 juta
* Kepala Bagian BI Rp 25,9 – Rp 38,6 juta
* Deputi Kepala Bagian BI Rp 18,9 juta hingga 28,9 juta.
* Kepala Seksi BI Rp 12,8 juta- Rp 22,9 juta
*Staf BI Rp 6,1 juta – Rp 15,3 juta
* Pegawai Tata Usaha BI Rp 3,7 juta – Rp 10,9 juta
*Pegawai dasar BI Rp 2,7 juta – Rp 5,2 juta.

Kamis, 09 Februari 2012

Tahun Naga Air, Ekonomi RI Diprediksi Semakin Maju

Ilustrasi. (Foto: Corbis)
JAKARTA - Krisis Eropa dan Amerika Serikat (AS) tidak akan berdampak ke Indonesia. Di tahun imlek 2563 yang dikenal dengan Tahun Naga Air, diramalkan ekonomi Indonesia akan maju dan mendapat berkah. Hal ini karena kaki naga tepat mencengkeram khatulistiwa.

Ramalan tersebut dikatakan oleh Pembina Forum Bersama Indonesia Tionghoa Murdaya W Po Tjie Gwan dalam pidatonya pada Perayaan Cap Go Meh di Pekan Raya Jakarta (PRJ) Jakarta Pusat, Rabu (8/2/2012) malam.

Meski diramalkan akan semakin maju, sambung Murdaya, masyarakat tetap harus bekerja keras. "Kita harus turut berperan lebih maksimal terhadap pembangunan Indonesia ke depan di segala bidang," tuturnya.

Murdaya mengaku bersyukur ditengah krisis global dengan guncangan ekonomi dan politik yang melanda negara-negara maju, namun kehidupan rakyat Indonesia masih tenang-tenang saja.

"Masih terus mengalami pertumbuhan sampai sekarang mencapai sekira 6,5 persen bahkan secara lokal daerah-daerah tertentu mencapai 8-9 persen dan meningkatnya aktivitas investor dalam dan luar negeri yang menunjukan Indonesia tempat berinvestasi yang sangat menarik," paparnya.

Murdaya menjelaskan perayaan Cap Go Meh tahun 2012 yang bertema 'Sejahterahlah Indonesiaku' menggambarkan ikrar etnis Tionghoa untuk bersatu padu dengan komponen bangsa Indonesia yang lain. "Berpartisipasi aktif dalam kebijakan Master Plan Percepatan dan Perluasan Ekonomi Indonesia 

Sabtu, 28 Januari 2012

Akhirnya Pemerintah Setujui UMK Rp1,49 Juta


Ilustrasi. Foto: Agung Manunggal/Okezone
JAKARTA - Pemerintah menyetujui besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) untuk golongan satu sebesar Rp1,491 juta. Kelompok II sebesar Rp1,715 juta dan kelompok III sebesar Rp1,849 juta.

Di samping itu, serikat buruh pun berjanji demonstrasi besar-besaran yang terjadi hari ini tidak akan terulang kembali dalam keadaan apapun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, hal ini dilakukan guna menjaga suasana tetap kondusif dan menjaga investasi serta daya saing.

"Serikat pekerja sepakat ini pertama dan terakhir, seberat apapun akan mengacu pada dialog dan menyerahkan pada hukum," tegas Hatta usai rapat dengan para pengusaha dan perwakilan buruh di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (27/1/2012).

Dia menuturkan, jika dalam pelaksanaannya demonstrasi terjadi kembali, maka pihak yang berdemo harus siap menerima akibatnya. "Apabila terjadi pelanggaran akan ditindak secara hukum," tegas dia.

Jumat, 27 Januari 2012

Korea Siap "Menjajah" Indonesia

Ilustrasi. Foto: Okezone
JAKARTA - Rencana Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif (Kemenparekraf) mengeluarkan bioskop dari daftar negatif investas (DNI) disorot oleh kalangan DPR.

Seperti diungkapkan anggota Komisi X DPR Nurul Qomar, dari Fraksi Partai Demokrat, sebagai pihak yang bertugas mengawasi jalannya pemerintahan, dia mempertanyakan kebijakan pemerintah tersebut. Menurut Qomar,  dirinya akan mengonfirmasi rencana tersebut kepada menteri yang berasal dari partainya terkait rencana untuk mengeluarkan bioskop dari DNI.

”Saya berharap, semua pihak memberikan masukan mengenai pengaruh negatif masuknya bioskop asing,” kata Qomar di Jakarta.

Masalahnya, Indonesia saat ini telah menjadi incaran negara-negara asing seperti Korea, untuk dijajah dengan produk-produk yang dihasilkan. Aneka strategi pun dijalankan. Mulai dari strategi pembuka jalan hingga strategi pencitraan untuk memperkokoh posisi produk Korea di Indonesia.
Strategi pembuka jalan dilakukan dengan melakukan investasi di berbagai bidang usaha.

Sementara industri kreatif seperti musik atau film digunakan untuk memperkenalkan atau memperkuat penerimaan masyarakat di sebuah negara seperti Indonesia terhadap produk-produk Korea. Bagaimana langkah Korea untuk menjajah negara lain dengan produk-produknya melalui seni dan budaya, bisa dilihat dari langkah-langkah yang dilakukan oleh Lotte Group, yang ingin merambah bisnis bioskop setelah sukses dengan Lotte Mart-nya.

Industri kreatif Korea memang tidak tumbuh dengan sendirinya, karena selama lebih kurang 20 tahun, pemerintah Korea telah aktif mengembangkannya. Salah satunya melalui beasiswa di bidang musik atau film bagi warga Korea, untuk belajar di Amerika atau Eropa. Atas upaya tersebut Pemerintah Korea pun menuai hasil. Sejumlah musisi maupun sineas Korea mampu menggebrak dunia melalui karyanya. Winter Sonata, misalnya, menjadi karya sineas Korea yang banyak digemari di Indonesia.

Sementara itu, boys dan girls band pun turut digandrungi remaja Indonesia, dengan munculnya boys dan girl band ala Indonesia. Demikian juga dengan potongan rambut dan mode pakaian ala korea yang kian diminati.

Semua ini bukti bahwa industri kreatif Korea telah tumbuh dan berkembang bukan hanya di negaranya, tapi mampu menopang pertumbuhan industri Korea lainnya dengan menjadi alat promosi. Situasi tersebut sangat kontras dengan industri kreatif di Indonesia. Selain lemahnya infrastruktur, ketiadaan insentif bagi pelaku industri kreatif semakin membuat industri ini jauh dari berkembang. Bahkan produktivitas film nasional yang hanya mampu memasok 20 persen saja dari kebutuhan 676 layar yang ada.

Ironisnya, di tengah serbuan produk dan budaya Korea tersebut, pemerintah justru berencana mengeluarkan bioskop dari DNI. Padahal bioskop, seperti diakui oleh bos Maxima Pictures Oldy Mulya, bukan sekedar etalase untuk menjajakan film melainkan celah untuk memperkenalkan budaya si pembuat film. Kehadiran bioskop asing jelas bukan solusi untuk mengembangkan industri kreatif Indonesia terutama di bidang film. 

Kamis, 19 Januari 2012

Wow, Biaya Renovasi Istana Presiden Capai Rp21,9 Miliar

Istana Negara (foto:Yudha/okezone)
Istana Negara
JAKARTA – Tidak hanya DPR yang menghamburkan uang puluhan miliaran rupiah untuk sederet proyek renovasi fasiliitas. Ternyata Istana Kepresidenan pun melakukan hal yang sama.

Berdasarkan data dari RABPP 2012 Lampiran 4 BA007 yang diolah Sekretariat Nasional Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (Seknas FITRA), menilai alokasi anggaran sederet proyek di Kementerian Sekretariat Negara dan Istana mencapai Rp80,48 miliar.

Berikut rinciannya;

1. Alokasi anggaran progam peningkatan sarana dan prasaran Aparatur Kementerian Sekretariat Negara:

-Pembangunan/Pengembangan Gedung Kantor Kementerian Sekretariat Negara  Rp 41.397.859.000

-Pembangunan/Pengembangan Rumah Negara Rp14.781.680.000
   
-Perbaikan Rel Pintu Gerbang Gedung Kantor Setneg RI Rp349.050.000   

-Pembangunan Pagar Pengaman Aset Tanah Setneg Rp2.050.990.000   

2. Istana Kepresidenan Jakarta, Rehabilitasi/Renovasi Bangunan Gedung Negara Rp10.680.518.000.

3. Istana Kepresidenan Bogor, Renovasi Gedung dan Bangunan Rp3.342.917.000.

4. Istana Kepresidenan Yogyakarta, Rehabilitasi/Renovasi Gedung/Bangunan    Rp2.359.928.000.

5. Istana Kepresidenan Tampak Siring Bali, Renovasi Gedung dan Bangunan Rp1.558.979.000.

6. Istana Kepresidenan Cipanas, Renovasi Gedung dan Bangunan Rp3.960.242.000

Kordinator Advokasi dan Investigasi Seknas FITRA, Ucok Sky Khadafi dalam keterangan pers yang diterima okezone, Rabu (18/1/2012) malam, mengatakan program penghematan yang selalu didengungkan pemerintah nyatanya tak dijalankan di lingkungan sendiri.

Ucok mencontohkan renovasi anggaran untuk Istana Kepresidenan Jakarta, dimana pada tahun angggaran 2011 dialokasikan anggaran sebesar Rp3 miliar. Sementara pada anggaran 2012, pihak istana menambah alokasi anggaran menjadi sebesar Rp10 miliar.

"Semua ini menggambarkan kebijakan pemerintah sangat tidak manusiawi, karena mengutamakan pembangunan gedung atau fisik daripada sumberdaya manusia," kritik Ucok.
 

Rabu, 11 Januari 2012

Indonesia Bisa Bangkrut Seperti Eropa

Ilustrasi
JAKARTA - Dalam memenuhi pembiayaan atau membayar utang, pemerintah mengandalkan refinancing atau buyback, di mana pemerintah telah melakukan transaksi penjualan Surat Utang Negara (SUN) dalam valuta asing berdenominasi dolar AS seri RI0142.

Ekonom Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih mengatakan tindakan pemerintah seperti ini tidak sehat karena menurutnya kalau terus menerus akan kejadian seperti di Eropa. Walaupun demikian efek ini akan dirasakan dalam jangka panjang jika pemerintah selalu mengggunakan dana lelang SBN.

“Kalau terus menerus seperti ini pemerintah akan kesulitan dalam membayar utang, dan bisa seperti Eropa tapi memang tidak akan dalam waktu dekat," ucap Lana di Jakarta, Rabu (11/1/2012).

Oleh karena itu, Lana menilai pemerintah diharapkan bisa mengubah pola pembayaran utang yang selalu menggunakan dana lelang SBN ini. "Pemerintah perlu memiliki tabungan khususnya dari penerimaan negara untuk pembayaran utang-utang tersebut," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, untuk membiayai APBN pada awal tahun ini, pemerintah melakukan penjualan Surat Utang Negara (SUN) dalam valuta asing yang berdenominasi dolar seri RI10142.

Dirjen Pengelolaan Utang (DJPU) Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto mengatakan, transaksi ini merupakan bagian dari Program Global Medium Term Notes (GMTN) Indonesia sebesar USD15 miliar, sebagaimana telah di-update pada 9 Januari 2012.

"Sesuai kewenangan UU No 24 Tahun 2002 tentang SUN, Menteri Keuangan Menetapkan hasil penjualan SUN dengan Seri RU10142 dengan tenor 30 tahun. Dan nominal yang diterbitkan USD1,75 miliar dengan tingkat kupon 5,25 persen. Yield 5,37 persen dengan price 98,148 persen," ungkap Rahmat dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (10/1/2012).

Rahmat menambahkan, SUN tersebut akan jatuh tempo pada 17 Januari 2042 dan tanggal setelmen alias penerbitan, akan dilakukan pada 17 Januari 2012. Lebih lanjut Rahmat mengatakan, penawaran yang masuk (total order book) adalah sebesar USD3,6 miliar, sehingga terdapat oversubsciption sebesar 2,06 kali

Sabtu, 10 Desember 2011

Perbankan Diminta Laporkan Rekening PNS Mencurigakan

 
Ilustrasi.
Ilustrasi.
DEPOK – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) baru saja melaporkan hasil temuan dugaan rekening gendut milik Pegawai Negeri Sipil (PNS) muda golongan tiga B. Menanggapi hal itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Muliaman D Hadad menilai transaksi mencurigakan dapat dicek di bank-bank pelaksana.

Ia mengatakan di BI tak pernah ada rekening, apalagi adanya dugaan rekening gendut. Pihaknya, kata Muliaman, juga tidak melakukan pengawasan terhadap bank–bank pelaksana terkait transaksi mencurigakan.

“Rekening di BI gak ada, di BI itu enggak ada rekening-rekening itu, adanya di bank pelaksana, kecuali kalau ada transaksi mencurigakan, bank wajib melaporkannya, tetapi bukan kepada BI, tapi kepada PPATK,” katanya kepada wartawan di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI), Jumat (09/12/11).

Muliaman menambahkan hal itu sudah diatur pula dalam Undang-Undang Anti Pencucian Uang. PPATK, kata Muliaman, sudah rutin memeriksa transaksi keuangan mencurigakan berdasarkan laporan pihak perbankan.

“Nanti kan ada prosedur dan tahapannya, yang mencurigakan pasti semua ketangkap di bank pelaksana, bank itu yang akan laporkan transaksi mencurigakan, siapa saja, baik PNS maupun pegawai swasta. Kalau ada transaksi mencurigakan, bank harus melaporkan kepada PPATK,” jelasnya.

Untuk mengecek rekening yang mencurigakan, kata dia, dilihat dari subjek nasabah dan besar kecilnya rekening. “Batas mencurigakan tergantung orangnya, kalau orangnya konglomerat uangnya besar ya biasa, tapi ada orang yang biasanya rekeningnya kecil gajinya sekian, lalu tiba-tiba rekeningnya besar, sudah ada aturannya,” tandasnya.