Pages

Tampilkan postingan dengan label anak - anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anak - anak. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 September 2012

Cermat Memilih Jok untuk Bayi

Akhir pekan tiba. Saatnya berlibur bersama keluarga dengan mobil idaman. Buat yang membawa bayi, baby car seat (jok bayi) cara aman membawa si kecil. Selain tak repot membopong, orang tua juga akan lebih mantap mempercayakan “dekapan” jika terjadi benturan fatal.

Meski demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli dan memasangkan jok bayi. Pertama, pemilihan ukuran jok sesuai dengan berat atau umur bayi dan posisi meletakkannya.

1. Regulasi internasional, jok bayi harus ditempatkan di kursi penumpang belakang. Alasannya, hampir semua mobil masa kini sudah menggunakan kantung udara di jok penumpang depan. Kalau terjadi benturan atau mobil bertabrakan, saat mengembang kantung udara itu menyebabkan bayi susah bernafas.


2. Pilih jok bayi berdasar usia dan berat. Jika usia anak belum satu tahun, pilih jok yang sanggup menahan bobot tidak lebih dari 10 kg. Biasanya, jenis ini diletakkan menghadap ke belakang dan bisa dibawa seperti keranjang ketika berada di luar mobil. Model ini lebih aman bila mobil mengalami tabrakan.

3. Jika anak sudah berusia dua tahun atau bobotnya lebih dari 10 kg, gunakan jenis convertible baby car seat. Modelnya hampir sama, namun ukurannya lebih besar.

4. Nah, jika sudah masuk masa kanak-kanak (berusia di atas 4 tahun) sudah saatnya menggunakan booster seat dengan desain lebih besar dan mirip jok mobil sesungguhnya.

5. Pastikan jok bayi memiliki sabuk pengaman dan berfungsi dengan baik.

6. Periksalah material yang dipakai di bagian alas dan pengaman. Pastikan dibuat dari bahan lembut dan nyaman agar si kecil betah duduk.

7. Pilih jenis jok bagian dudukannya  bisa dilepas untuk dicuci dan dibersihkan.



Selasa, 14 Agustus 2012

Pentingnya Bermain Game Bersama Anak


Peranan orang tua dalam mengamankan anak dari paparan konten kekerasan dalam game tidak bisa digantikan siapapun, bahkan oleh sistem rating yang terbaik sekalipun. Hal ini diungkapkan Profesor Tanya Byron, seorang psikolog terkenal di Inggris dan pimpinan UKIE (badan pengawasan konten game di Inggris) Jo Twist ketika berbicara dengan media online Metro.
Byron dan UKIE merupakan aktivis yang mengusahakan adanya sistem rating game yang didukung oleh hukum dan memberikan sanksi keras terhadap pelanggarannya.
Sistem rating game merupakan sebuah peringkat yang menentukan umur untuk memainkan sebuah game. Misalnya, remaja hanya boleh memainkan game dengan rating remaja dan melarang mereka untuk memainkan game dengan rating dewasa. Hampir sama dengan film.
“Ketika saya membuat laporan mengenai rating game pada 2008, industri game sangat mendukungnya. Mereka selalu membuat game dengan konten dewasa untuk gamer dewasa, bukan untuk anak-anak,” ujar Byron.
“Kebanyakan orang tua merasa tidak nyaman dengan game yang selalu dibicarakan di media akibat kekerasannya, yang hanya terdiri dari 5 persen saja, sedangkan 95 persen game lain tidak dihiraukan. Padahal, game tersebut sangat baik untuk anak dari sudut pandang pendidikan. Selama orang tua dan anaknya bermain bersama,” tegas Byron.
Byron juga meminta orang tua untuk ikut serta dalam mengawasi anaknya ketika memainkan game. Seketat apapun sebuah sistem rating tidak akan berguna bila anak tidak diawasi kegiatan bermainnya. Hampir sama ketika anak menonton televisi dan film yang ditujukan untuk kalangan umur tertentu.
Pada kesempatan tersebut, Byron dan Twist juga menganjurkan orang tua untuk mengunjungi website askaboutgames.com untuk mengetahui cara mengawasi sesi bermain anak dan menggunakan fitur “Parental Control” yang terdapat di semua mesin game console.


Senin, 13 Agustus 2012

Agar Anak Tidak Manja

Orang tua selalu ingin melindungi anaknya dari segala kesedihan dan hal yang tak menyenangkan lainnya. Kasih sayang juga mendorong orang tua selalu ingin memenuhi segala keinginan anaknya. Tapi bagaimana, kalau semua itu menjadikan sang anak manja? Nah, agar tak terjebak dalam pola ddik yang tanpa kita sadari justru membuat anak menjadi manja, berikut hal yang perlu diperhatikan orang tua.

1. Biarkan ia gagal

Mengapa? Karena kegagalan adalah alat pengajaran yang kuat. Saat anak mencoba menyusun lego atau mengunting gambar biarkan ia melakukan kesalahan. Atau saat perlombaan biarkan ia berusaha tanpa bantuan. Biarkan anak melakukan kesalahan dalam mencoba. Gagal bukan hal yang buruk, itu hanya bagian dari proses.

2. Ajarkan mereka menangani kekecewaan

Kita ingin anak-anak kita bahagia, kegagalan dan kekecewaan adalah perasaan yang tidak menyenangkan. Sebagai orang tua sudah menjadi insting Anda untuk melindungi anak-anak dari kekecewaan. Tapi dalam hidup hal tersebut nantinya tak tak terelakkan. Melindungi anak dari perasaan sedih bukan hal buruk tapi jika ia merasa gagal meyelesaikan suatu tugas, kalah dalam pertandingan, tugas Anda untuk mengajar mereka menangani perasaannya. Menghibur dan mengatakan bahwa hal itu biasa terjadi.

3.Berhenti membuntuti mereka

Biarkan mereka bernafas! Maksudnya sesekali membiarkan mereka main keluar bersama teman-temannya di halaman atau berkunjung ke rumah temannya lepas dari Anda. Tanpa Anda ia akan terlatih untuk mengambil keputusan sendiri dan menghadapi masalahnya sendiri. Sesekali biarkan mereka membuat beberapa keputusan sendiri seperti memilih waktu belajar, memutuskan mainan yang ingin ia beli atau memilih kegiatan yang ingin dihabiskan saat akhir pekan. Pergi ke pantai, taman hiburan, berenang atau nonton di bioskop berikan kesempatan untuknya mengambil keputusan. Bagaimana mereka akan menangani keputusan yang besar jika mereka tidak bisa berlatih dari kecil?

4. Anda yang pegang kendali

Ketika Anda membawa pulang bayi yang menggemaskan dari rumah sakit, sulit untuk membayangkan bahwa sesuatu yang begitu kecil bisa jadi pengendali. Tapi itu benar dan mereka akan mengendalikan Anda dan kehidupan Anda. Merengek meminta segala hal. Andalah orang dewasa yang membuat peraturan. Anda yang mengatur budget dan menentukan barang yang bisa dimiliki atau belum pantas dimiliki anak-anak. Anda yang mengatur menu dan jam tidur. Menjadi orang tua yang penyayang bukan berarti Anda tidak bisa bersikap tegas.



Jumat, 10 Agustus 2012

Belajar Bahasa Bayi, Yuk!


                              Gerak-geriknya bermakna lebih dari yang Anda kira.
Setiap orang tua pasti pernah mengalami bayi dalam pelukan menangis dan terlihat sengsara dan Anda hanya berharap ia bisa mengatakan dengan tepat keinginannya. Tapi bagaimana jika bayi ternyata benar-benar telah mencoba untuk memberitahu Anda semuanya, hanya saja Anda tidak mengetahui cara memahaminya.

Sebuah buku baru yang luar biasa, mengklaim bahwa setiap bayi menggunakan sinyal untuk berkomunikasi. Orang tua bisa belajar menafsirkan setiap deguk, tawa serta ekspresi wajah bayi mereka.


Dalam
The Blossom Method, psikoterapis dan pakar bahasa tubuh Vivien Sabel, membeberkan bahwa setiap ekspresi bayi dapat ditafsirkan. Bahwa orang tua dapat mengetahui kalau bayi mereka lapar, senang, marah, kembung, ingin bermain atau ingin dipeluk.

"Semua kelakuan menggemaskan yang bayi buat dengan mulut, lidah, bibir, mata dan alis adalah cara bayi mencoba untuk memberitahu kita apa yang mereka butuhkan," jelas Vivien.


Ekspresi memikirkan makanan
(Kiri: ekspresi mulai memikirkan makanan. Kanan: bayi menatap konstan pada ibunya, sambil memoncongkan mulut dan lidah keluar masuk tanda ia siap diberi makan)
Vivien mengamati ratusan bayi selama enam tahun penelitian untuk bukunya, termasuk anaknya sendiri Blossom. Dalam bukunya Vivien mengembangkan tiga prinsip: pertama amati ekspresi wajah bayi Anda, kedua bertingkahlah seperti cermin dengan mengikuti mimiknya, itu cara memberitahukan kepadanya bahwa Anda faham yang mereka maksud. Kemudian merespon dengan menyediakan yang mereka butuhkan.

Sementara ide-idenya mungkin terdengar sedikit tidak masuk akal, akan tetapi para ahli pertumbuhan anak percaya bahwa bayi mulai berkomunikasi jauh sebelum mereka mencoba untuk membentuk kata-kata pertama mereka.

"Seorang anak siap untuk berkomunikasi sejak lahir," kata Clare Bolton, dari National Literacy Trust. Bayi akan memukau Anda dengan menggunakan gerakan, ekspresi wajah dan suara untuk mencoba berkomunikasi.

Kiri lapar, kanan kembung
(Kiri: saya benar-benar lapar. Kanan: mengantuk tapi perutnya kembung)
Vivien Sabel mengatakan non verbal adalah kemampuan komunikasi yang sangat berkembang di masa kecil. Ibunya tuli sejak lahir, bahkan sebagai anak Vivien harus membaca variasi halus dalam bahasa tubuh dan ekspresi wajah.
"Saya belajar untuk menemukan nuansa dalam ekspresi dan gerakan yang jauh melampaui kebanyakan orang yang dibesarkan dari orang tua dengan  pendengaran baik, "kata Vivien, 43, yang tinggal di dekat Harrogate, North Yorkshire, dengan suami Vuyo, 45, dan Blossom anaknya sekarang tujuh tahun.
"Jika seseorang mengatakan kepada saya mereka baik-baik saja, saya tahu dari mata mereka jika itu benar. Saya juga tahu jika mereka sedikit kesal atau benar-benar marah, riang atau gembira. Saya dapat membedakannya."

Kiri Kaget, Kanan Minta ganti popok
(Kiri: ekspresi terkejut, ikuti ekspresinya agar bayi merasa mendapat dukungan. Kanan: popoknya penuh minta diganti)
"Dalam beberapa hari sejak melahirkan Blossom, saya menyadari bahwa segala sesuatu dari alur di keningnya dengan bentuk kecil ia dibuat dengan mulutnya dan berbagai cara ia memainkan lidahnya sebenarnya cara dia mencoba untuk memberitahu saya yang dia butuhkan," kata Vivien.

"Saya mulai melihat pola untuk gerakan-gerakan dia lapar, ingin buang air, lelah, kembung atau ingin disayang-sayang. Saya tahu tidak terbatas saat Blossom lapar, tapi juga tingkat kelaparannya. Ketika popoknya penuh lidahnya akan menonjol berbentuk runcing."

"Jika dia merasa kembung, saya akan melihatnya dari kepenuhan bibir bawahnya. Segera setelah saya melihat tanda-tanda, saya bisa membantunya dan mengikuti ekspresinya agar ia tahu saya sedang melakukan sesuatu yang membuatnya nyaman. Ini baik dilakukan agar bayi tidak merasa tertekan karena merasa ibunya tak mengerti maunya."
Kiri kenyang, kanan mengajak bermain
(Kiri: kenyang dan puas, Kanan: ingin diajak bermain)
Vivien menambahkan: "Bagian mirroring datang melalui insting. Saya ingin mengatakan bahwa saya tahu yang ia katakan dengan berbicara bahasanya.". "Anda tidak perlu memiliki gelar untuk membaca tanda-tanda ini, hanya mempelajari wajah bayi Anda." Vivien menegaskan ibu dan bayi akan mendapat manfaat jika ibu mau menonton wajah bayi mereka dan membuat catatan sampai sebuah pola muncul.
 
 
 

Kamis, 02 Agustus 2012

5 Sebab Anak Tak Betah di Rumah


KOMPAS.com - Kira-kira kenapa ya anak usia sekolah sering main di luar rumah hingga lupa waktu? Dr Weny Savitry Sembiring Psi, MSi dari Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya Jakarta memaparkan lima alasan berikut solusinya.

1. Tidak punya jadwal teratur.
Anak-anak yang tak terbiasa mempunyai jadwal sejak kecil, akhirnya cenderung menggunakan waktunya sembarangan. Kapan saja ia ingin melakukan sesuatu, langsung dilakukannya tanpa mempertimbangkan hal lain. Kalau ia masih ingin bermain, ia akan terus bermain, tidak peduli belum makan siang, belum mandi, belum mengerjakan PR dan sebagainya.
Solusi: Buat jadwal harian. Kalau ternyata belum mampu, ayah-ibunya bisa membantu membuatkan. Pulang sekolah, ganti baju, makan siang, setelah itu istirahat atau tidur sebentar. Kemudian, bangun tidur, mandi, kalau tidak ada les atau kegiatan di sekolah, boleh main 1-2 jam, setelah itu mengerjakan PR atau tugas sekolah. Jadwal yang teratur dan dilakukan terus menerus akan membuat anak terbiasa. Jangan bosan mengingatkan sekiranya ada yang dilanggar.

2. Tidak ada kegiatan yang diminati.
Ketiadaan kegiatan atau hobi yang diminati membuat anak menghabiskan waktunya hanya untuk bermain.
Solusi: Orangtua harus jeli melihat dan mengarahkan bakat atau minat anak. Kalau anak terlihat berminat pada sepakbola atau musik, fasilitasi untuk ikut klub sepakbola atau masuk sekolah musik. Kegiatan yang terorientasi seperti ini lebih bermanfaat, minatnya tersalurkan dengan cara yang tepat.

3. Kurangnya komunikasi yang baik.
Anak-anak yang komunikasinya kurang bagus dengan orangtua memiliki kecenderungan untuk selalu bermain di luar rumah. Orangtua yang selalu menyalahkan anak, mengkritik, melarang, dan sebagainya atau orangtua yang selalu bertengkar, ini akan membuat anak merasa tidak betah, begitu ada kesempatan ke luar, ia akan menggunakannya. Bahayanya, kalau anak merasa lebih bahagia di luar rumah, ia bisa terjerumus pada pergaulan tak sehat bahkan narkoba.
Solusi: Coba lakukan pendekatan pada anak, saat santai ajak bicara mengapa ia selalu ingin bermain di luar rumah. Jadikan obrolan ini sebagai perbincangan santai, jangan menyalahkan atau menyudutkan anak. Kalau sampai tercetus ia tidak betah dengan situasi rumah, jangan langsung marah, segera introspeksi diri, lakukan perbaikan-perbaikan supaya anak kembali merasa betah. Bila perlu libatkan ahli, dalam hal ini psikolog, untuk membantu mencarikan jalan keluar.

4. Karakter anak mendukung.
Beberapa karakter tertentu, seperti, anak-anak dengan kecerdasan kinestetik, umumnya tidak bisa disuruh diam di rumah, ia menyukai kegiatan di lapangan luas. Jadi kesannya seperti ingin selalu main di luar.
Solusi: Pilihkan kegiatan yang bermanfaat untuk mengatasi kelebihannya itu. Seperti dengan mendaftarkannya di klub olahraga atau kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Jangan sampai karena orangtua tidak menyadari hal ini, yang ada setiap hari justru berantem dengan anak, karena merasa si anak terus saja bermain di luar rumah, tidak mau belajar, dan sebagainya.

5. Tidak ada teman di rumah.
Anak yang selalu sendirian di rumah, tapi tinggal di lingkungan di mana banyak anak sebaya dengannya, cenderung lebih mudah tergoda untuk bermain bersama. Setiap pulang sekolah atau sore hari ia mendengar anak-anak lain ramai bermain di luar rumah, mau tak mau ia pun ikut bermain.
Solusi: Melarang anak ke luar rumah sama sekali jelas bukan pilihan bijak. Sebaiknya berikan aturan atau batasan yang jelas, berapa lama boleh bermain, hari apa saja, kombinasikan dengan solusi lain seperti mengikutkan les atau memasukkan ke klub.